Bupati Malang Minta Selesaikan Songgoriti, Dirut PD Jasa Yasa: Sudah Ada Jawaban

Pemandian Air Panas Alami (PAPA) Songgoriti kembali dipersoalkan. (dok MalangTimes)
Pemandian Air Panas Alami (PAPA) Songgoriti kembali dipersoalkan. (dok MalangTimes)

BATUTIMES - Lepas dari polemik pelantikan direktur adninistrasi PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh perusahaan pelat merah ini.
Salah satunya adalah seperti yang disampaikan Bupati Malang Sanusi terkait penyelesaian tunggakan dari PT Lembu Nusantara Jaya sebagai pengelola wisata Pemandian Air Panas Alami (PAPA) Songgoriti.

"Banyak pekerjaan rumah PD Jasa Yasa. Salah satunya terkait bagi hasil pengelolaan di Songgoriti," ucap Sanusi, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, PT Lembu Nusantara Jaya diperkirakan sekitar tiga tahun lamanya tidak menjalankan kewajibannya menyetorkan pendapatan ke Pemerintah Kabupaten Malang. Nilainya cukup besar, yaitu mencapai Rp 3 miliar. 

Hal ini sempat juga membuat DPRD Kabupaten Malang bereaksi dan mencoba untuk menganalisis persoalan tersebut. Waktu itu, melalui Didik Gatot Subroto yang kini menjadi Ketua DPRD menyampaikan bahwa pihak pengelola PAPA Songgoriti bisa jadi setengah hati juga dalam melakukan pengelolaan atau pengembangan di wilayah yang diperjanjikan tersebut. 

Dari kronologisnya, wilayah Songgoriti memang pernah jadi rebutan antara Kota Batu dan Kabupaten Malang. Saat Kota Batu pisah dari Kabupaten Malang, pemandian Songgoriti tidak ikut diserahkan sebagai aset Kota Batu. "Jadi, PT Lembu ini juga tidak bisa bergerak karena ada perizinan-perizinan dari Pemkot Batu yang tidak bisa dikeluarkan. Di kasus ini pihak ketiga merugi, Pemkab Malang juga," ujarnya saat itu.

Pernyataan tersebut  terjawab saat Pemerintah Kota Batu melalui Wali Kota Dewanti Rumpoko mengajak warga untuk membuat surat terkait aset di Songgoriti, September 2019 lalu. Wilayah Songgoriti kembali diperebutkan dan dimungkinkan hal inilah yang membuat PT Lembu Nusantara Jaya juga tergencet dalam persoalan dua pemerintahan daerah itu.

Lepas dari kemelut yang sebenarnya telah lama ini, Direktur Utama PD Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan menyampaikan, pihaknya siap untuk menyelesaikan persoalan tunggakan dari pihak pengelola PAPA Songgoriti itu.

"Kami siap untuk menyelesaikan itu. Kami telah melakukan beberapa upaya untuk itu," ujar Wildan, sapaan akrab dirut PD Jasa Yasa Kabupaten Malang kepada MalangTIMES.

Wildan melanjutkan bahwa pihaknya sudah juga mendapatkan kesanggupan dari PT Lembu Nusantara Jaya terkait tunggakan itu. "Dari pertemuan antara kami, pihak pengelola sanggup untuk menyelesaikan pembayaran itu  tahun ini juga," ucapnya.

Selain masalah tunggakan PAPA Songgoriti, Wildan juga memang menyebutkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, baik di akhir tahun 2019 ini maupun menuju tahun 2020 datang. Pihaknya juga sedang menunggu adanya keputusan dari pemerintah provinsi terkait status perusahaan yang dipimpinnya.

"Salah satu PR kami adalah bagaimana secepatnya PD Jasa Yasa menjadi lerumda. Sehingga kita bisa lebih perform dalam menjalankan tugas yang diemban. Semoga tahun ini juga bisa segera adanya perubahan status ini," pungkas Wildan.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->