Bupati Malang Targetkan Sirkuit Roller Kanjuruhan Jadi Venue PON 2020

Bupati Malang Sanusi berharap sirkuit roller Kanjuruhan jadi venue cabor sepatu roda PON (Nana)
Bupati Malang Sanusi berharap sirkuit roller Kanjuruhan jadi venue cabor sepatu roda PON (Nana)

BATUTIMES - Stadion Kanjuruhan yang berlokasi di Kepanjen, Kabupaten Malang, terus bersolek. Meski dikenal luas sebagai stadion sepak bola, kini ada beberapa venue cabang olah raga (cabor) yang tengah dipersiapkan. Salah satunya, sirkuit roller untuk cabor sepatu roda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga menargetkan penambahan venue-venue baru tersebut bisa dimanfaatkan ajang olahraga tahunan. Misalnya, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 mendatang.

Bupati Malang Sanusi mengungkapkan bahwa sirkuit roller Stadion Kanjuruhan telah memenuhi standar nasional. Hal itu didasarkan pada jejak penggunaan sirkuit tersebut sebagai venue kejuaraan sepatu roda tingkat nasional. 

Dia mencontohkan sejumlah event nasional sepatu roda. Misalnya, kejuaraan sepatu roda antar klub tingkat nasional VIII dan Indonesia Roller Series V yang digelar dari Sabtu (9/11/2019) kemarin sampai Minggu (10/11/2019).

Walau lokasi PON 2020 telah ditetapkan di Papua, Sanusi masih memiliki harapan besar agar sirkuit roller di Stadion Kanjuruhan terpilih menjadi salah satu venue. "Sirkuit roller Kanjuruhan berkali-kali menggelar kejuaraan sepatu roda tingkat nasional. Ini tentu modal besar kita untuk menatap masa depan cabor sepatu roda. Sekaligus venue-nya yang layak jadi lokasi PON 2020 datang," ucap Sanusi, Minggu (10/11/2019).

Gayung bersambut, menurut Sanusi, pihaknya telah mendapat dukungan dari Porserosi (Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia). Porserosi turut mendukung sirkuit roller Kanjuruhan menjadi venue PON 2020. 

Perwakilan Porserosi Pusat, Hengki Surya menyampaikan bahwa  sirkuit roller Kanjuruhan sudah berstandar internasional. "Tapi sirkuit Kanjuruhan masih harus terus dikembangkan ke depannya," ujar pengurus Bidang Pembinaan Porserosi itu, dituturkan ulang oleh Sanusi.

Masukan itulah yang menjadi bahan masukan bagi Pemkab Malang untuk membenahi sirkuit roller. Sanusi menegaskan bahwa Pemkab Malang akan memberikan dukungan penuh.

"Misalnya, jika sirkuit ini masih harus ditambah beton, sebagai pendukung digelarnya kejuaraan lebih besar lagi. Kita dukung itu. Untuk pengembangan menjadi sirkuit indoor lengkap dengan tribun melingkar bagi penonton, kita coba akan usulkan bantuan ke Kemenpora RI," ucapnya.

Walau lokasi dan cabor PON 2020 sudah di tetapkan, pun cabornya dengan jumlah 37, 56 disiplin cabor, 679 nomor pertandingan/perlombaan, dan 6.442 orang kuota atlet. Melalui Surat Keputusan (SK) Penyempurnaan Penetapan Cabang Olahraga, Nomor Pertandingan, dan Kuota Atlet Setiap Cabang Olahraga PON 2020 yang ditandatangani Gubernur Papua Lukas Enembe dan juga Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Tak membuat Sanusi pupus harapan terkait sirkuit roller Kanjuruhan.

Dirinya meminta kepada Ketua Porserosi Kabupaten Malang, Priyo ‘Bogang’ Sudibyo, agar terus berupaya dan bersaing dalam mengangkat cabor sepatu roda Kabupaten Malang serta sirkuit roller Kanjuruhan di kancah nasional, bahkan internasional.

"Sekali lagi saya ucapkan Pemkab Malang siap mendukung Perserosi. Baik dalam mengembangkan potensi atlit sepatu roda Kabupaten Malang, maupun terkait fasilitasi pembangunan di sana," tegas Sanusi.

Terpisah, Priyo ‘Bogang’ Sudibyo juga menyampaikan, bahwa apa yang diharapkan Sanusi, terus diupayakan oleh Porserosi. Bogang, sapaan akrab Ketua Porserosi, menunjukkan berbagai gelaran kejuaraan tingkat nasional di sirkuit roller Kanjuruhan, sukses dilaksanakan.

"Untuk kejuaraan kali ini kita dipercaya oleh sekitar 48 klub dari 40 kabupaten dan kota serta 9 provinsi se-Indonesia. Peserta kejuaraan sepatu roda ini diikuti sekitar 500 atlit," ujarnya.

Pihaknya juga akan terus berjuang untuk menasionalkan venue sepatu roda Kanjuruhan. "Tentunya kita terus dorong itu. Selain mencetak para atlit sepatu roda berprestasi dari Kabupaten Malang," pungkas Bogang.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Nurlayla Ratri
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->