DPRD Jatim Dorong Pemprov Tetapkan Status Cagar Budaya pada Temuan Situs Kuno

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari (Dok. MalangTIMES)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari (Dok. MalangTIMES)

BATUTIMES - DPRD Jawa Timur (Jatim) mendorong pemerintah provinsi untuk segera menetapkan status Cagar Budaya pada semua temuan situs kuno. Sehingga, temuan-temuan tersebut dapat lebih terawat dan digunakan sebagai fokus edukasi pada pelajar juga masyarakat.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari menyampaikan, temuan-temuan situs dan benda kuno di Jawa Timur sangat signifikan selama beberapa tahun terakhir. Sehingga, perlu untuk diteliti lebih jauh serta dijaga untuk kepentingan anak cucu di masa depan.

"Saat rapat kerja dengan OPD (organisasi perangkat daerah), salah satunya dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kami sudah sampaikan untuk segera dilakukan inventarisasi terhadap semua temuan baru yang ada di Jatim," katanya saat dihubungi MalangTIMES melalui jaringan seluler, Minggu (10/11/2019).

Sederet temuan yang ada beberapa tahun terakhir, menurutnya sangat penting untuk mengisi kekosongan dalam sejarah Indonesia. Sehingga, dapat memunculkan kebanggan serta pelajaran baru bagi para pelajar. Namun sayangnya, saat ini temuan-temuan tersebut tak begitu terawat.

"Itu sebabnya kami dorong Provinsi Jatim segera menetapkan status Cagar Budaya. Untuk kemudian dapat dirawat. Dimanfaatkan bersama oleh pemerintah kota dan kabupaten tempat ditemukannya situs tersebut," terang Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya di dalamnya juga mengatur tentang pemetaan wilayah. Sehingga, Provinsi dalam hal ini memiliki peluang besar untuk dapat menetapkan Cagar Budaya dan kemudian secara pemanfaatan dilakukan bersama-sama.

Sebagai lulusan Jurusan Sejarah yang juga memiliki minat sangat tinggi pada pelajaran sejarah, Untari juga menilai jika mata pelajaran sejarah sudah waktunya untuk diperbarui. Seiring dengan banyaknya teori-teori baru yang ditemukan oleh ahlinya.

Dia juga menyebut jika muatan sejarah lokal penting dimasukkan dalam nata pelajaran sejarah. Karena temuan yang ada bukanlah hal yang tahu untuk dibahas. Selain itu, temuan-temuan baru tersebut akan sangat menarik bagi pelajar sebagai wawasan baru.

"Muatan sejarah lokal dalam mata pelajaran sejarah saya rasa sangat penting untuk wawasan. Jadi pelajar bisa mengetahui lebih luas lagi tentang sejarah bangsa kita," imbuh dia.

Dengan temuan-temuan yang semakin memperkaya khasanah pengetahuan dalam pelajaran sejarah itu, dia berharap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia terus berkembang. Sehingga ada banyak hal baru yang kemudian dapat diteliti di masa mendatang.

"Dan berkaitan muatan sejarah lokal, kami akan sampaikan itu kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," pungkas Untari.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Nurlayla Ratri
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->