Dewan Tengarai Potensi PAD Atas Tower Pasar Besar Masih Luput dari Pemetaan Pemkot Malang

Komisi B DPRD Kota Malang saat meninjau keberadaan tower telekomunimasi di area Pasar Besar Kota Malang lantai 3, (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Komisi B DPRD Kota Malang saat meninjau keberadaan tower telekomunimasi di area Pasar Besar Kota Malang lantai 3, (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

BATUTIMES - DPRD Kota Malang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang serius dalam memetakan potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, banyak titik potensial yang dinilai luput dari pantauan pemkot. 

Dewan mencontohkan keberadaan beberapa tower telekomunikasi di kawasan lantai 3 Pasar Besar Kota Malang. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi B DPRD Kota Malang belum lama ini, ada 3 tower yang dinilai perlu pengkajian.

Mereka menganggap, keberadaan tower-tower itu merupakan potensi PAD yang belum tergali. Meski demikian, pihak dewan masih harus melakukan kroscek terhadap instansi terkait.

"Kalau kita melihat, (tower-tower) itu ada potensi PAD. Sehingga, beberapa tower itu ada sewa dan sebagainya. Siapa nanti pengelolanya, dinas apa yang mengurusi, saya rasa keberadaan tower itu perlu kejelasan," ungkap Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Lookh Mahfudz.

Dalam hal ini, pihaknya ingin memperjelas mengenai keberadaan tower yang entah sejak kapan mulai ada di area tersebut. Ia menambahkan, adanya tower itu diharapkan telah berizin dan tidak berdiri dengan liar.

"Kita akan kaji, bagaimana prosesnya kok bisa disewakan di area situ. Saya berharap itu tidak liar, dan ada pengelolanya. Kita akan kroscek dulu apakah itu ada di aset atau dinas lainnya. Karena ada tiga, yang satu (ukurannya) besar dan dua lainnya standar," imbuhnya.

Terkait perizinan tower itu, pihaknya masih tetap akan melakukan koordinasi. Namun, ia berprasangka baik jika hal itu memiliki potensi PAD yang bakal menambah pendapatan di Kota Malang.

"Nanti kita akan kroscek dulu, tapi kalau saya huznudzon itu ada PAD. Ada rezekilah dalam bahasa pasar itu. Minimal nanti diklarifikasi ke dinas-dinas terkait," pungkasnya.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->