Anti Hoaks, Jadi Paramater Karakter Pahlawan Masa Kini

Bupati Malang Sanusi pimpin upacara Hari Pahlawan 2019 dengan tema
Bupati Malang Sanusi pimpin upacara Hari Pahlawan 2019 dengan tema "Aku Pahlawan Masa Kini" di stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Minggu (10/11) (Nana)

BATUTIMES - Hoaks atau kabar bohong telah menjadi musuh bangsa dan negara Indonesia saat ini. Ekses negatif penyebaran hoaks yang masif saat ini, memang tak kalah mengancam dengan penjajah di masa perang kemerdekaan.

Korban hoaks pun sudah tak terhitung jumlahnya. Terbaru adalah peristiwa pecahnya kerusuhan di Papua yang salah satu pemicunya adalah adanya provokasi, informasi sesat atau bohong yang dihembuskan melalui berbagai platform media sosial (medsos).

Kondisi itulah yang membuat pemerintah pun menyatakan, bahwa pahlawan masa kini adalah mereka atau siapapun warganegara yang memiliki karakter anti Hoaks. 

"Di era saat ini, siapapun bisa menjadi  pahlawan. Salah satu karakter pahlawan masa kini adalah yang berjuang melawan hoaks atau anti hoaks," ucap Sanusi Bupati Malang di hari Pahlawan yang dirayakan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Minggu (10/11/2019).

Pernyataan itu juga merupakan amanat dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI yang mengusung tema hari Pahlawan 2019 "Aku Pahlawan Masa Kini".

Melalui tema itulah, pemerintah melalui seluruh daerah di Indonesia mengumandangkan, bahwa musuh nyata saat ini adalah hoaks yang ditujukan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan, menciptakan instabilitas keamanan, serta terus menerus melancarkan provokasi dan agitasi.

Tujuan dari itu semua adalah ambruknya dasar, falsafah berbangsa dan bernegara yang dibangun dengan darah dan nyawa para pahlawan terdahulu.

Ekses negatif hoaks inilah yang ditekankan dalam hari pahlawan 2019. Dimana pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu membahu melawan berbagai musuh baru melalui spirit para pahlawan bangsa yang menitipkan kemerdekaan Indonesia sampai saat ini.

"Jangan biarkan tangan-tangan kotor merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain. Mari kita maknai Hari Pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia Maju," ujar Sanusi.

Bekerja nyata menjadi kunci dalam Hari Pahlawan 2019 ini. Setiap warganegara bisa dengan bangga menyampaikan, "Aku Pahlawan Masa Kini" dalam berbagai ruang kehidupan terkecilnya. 

Melawan hoaks dengan tak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, meredam perbuatan anarkis yang bisa merugikan orang lain, menolong sesama di lingkungan sekitar. 

Lebih dari cukup untuk mempertahankan kemerdekaan yang direbut para pahlawan terdahulu. Serta menjadi tindakan nyata dalam ikut serta membangun bangsa dan negara Indonesia ke depannya.

"Maka siapapun warga negara bisa menjadi pahlawan masa kini. Kami dari pemerintah  mendorong terus semangat pahlawan untuk tetap hidup dan berkobar dalam hidup kita semua. Sehingga rasa cinta tanah air semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini," ujar Sanusi.

Di acara Hari Pahlawan 2019 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, selain jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, juga dihadiri oleh DPRD, Kepala OPD, tokoh agama dan masyarakat, serta mahasiswa dan pelajar. 
 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->