Puskesmas Polowijen Fasilitasi Pembersihan Diapers Lewat Klinik Pengolahan Pembersihan

Klinik pengolahan pembersihan Puskesmas Polowijen Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Klinik pengolahan pembersihan Puskesmas Polowijen Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

BATUTIMES - Keberadaan limbah Diapers atau popok bayi tengah menjadi perhatian di bidang kesehatan. Ya, kondisi pembuangan sembarangan dari limbah popok bayi yang belum dibersihkan bisa juga menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan.

Hal itulah yang mendasari Puskesmas Polowijen untuk berinovasi dalam pengolahan limbah diapers. Selain memiliki Rumah Diapers yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas dalam pengelolaan limbah diapers, yang mana digunakan untuk membuat kreasi kerajinan tangan, di area Puskesmas Polowijen juga memberikan fasilitas khusus bagi pasien melalui Klinik Pengolahan Pembersihan. 

Fasilitas ini yang bakal menjadi wadah bagi pasien yang memiliki bayi untuk memanfaatkan diapersnya masuk ke area pengolahan yang berada di salah satu sudut puskesmas tersebut.

Sanitarian Puskesmas Polowijen, Anita Resky DS mengatakan dalam fasilitasi tersebut sekaligus juga memberikan edukasi kepada pasien bahwa limbah diapers masih bisa diolah. Mulai dari pembersihannya hingga tata pengolahan ada di area Puskesmas.

"Kami kan punya rawat inap, punya persalinan di mana bayinya pasti memakai diapers. Pasti pembersihannya ya sekalian di sini. Karenanya, kita fasilitasi, kita cuci, kemudian sampahnya kita taruh di area ini untuk kita olah," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, diapers yang sudah masuk di tempat sampah kamar persalinan akan diambil oleh petugas kesehatan Puskesmas Polowijen. Selanjutnya, petugas itulah yang akan mengurusi pembersihan hingga ke pengolahan tersebut.

"Jadi di awal itu di area sini setelah diapers itu diambil harus dipisahkan dulu antara hidrogel dan plastiknya. Kemudian, karena kita di Puskesmas maka direndam pakai klorin tapi kalau tidak di area puskesmas cukup pakai detergen saja. Lalu dibilas, kemudian direndam dengan pewangi dan dijemur. Baru digunakan untuk pengolahan lainnya," imbuhnya.

Melalui Klinik Pengolahan Pembersihan itulah, pihaknya berharap masyarakat atau pasien sesudah pulang dari Puskesmas bisa untuk mempraktikkannya di rumah dan di lingkungannya. Sehingga limbah diapers berkurang, dan efek pencegahan pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit juga bisa diminimalisir.

"Kalau di sini sifatnya kita edukasi ke mereka (pasien), sehingga setelah keluar dari sini nanti mereka akan bisa praktik sendiri. Dan bisa memanfaatkan pengolahan limbah diapers tersebut," tandasnya.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->