Tim Labfor Polda Jatim Turun Tangan Cari Penyebab Kebakaran Pasar Ngunut

tim Labfor Polda Jatim saat mencari penyebab kebakaran yang meratakan pasar Ngunut (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
tim Labfor Polda Jatim saat mencari penyebab kebakaran yang meratakan pasar Ngunut (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

BATUTIMES - Untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang meluluhlantakkan Pasar Ngunut pada Jumat (8/11/19) kemarin,  petugas dari laboratorium forensik Polda Jatim melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Minggu (10/11/19) siang.

Ada 3 orang dari laboratorium forensik Polda Jatim yang dipimpin oleh Kombes Koesnadi dan dibantu oleh unit inafis Polres Tulungagung.

"Kita telah menemukan pertama kali lokasi api penyebab kebakaran," ujar Kabid Labfor Polda Jatim, Kombes Koesnadi.

Dari olah TKP yang dilakukan oleh timnya diketahui api pertama kali berkobar di sebuah kios aksesoris di dalam pasar milik Budi, yang berada di sebelah utara Toko Mas Larasati.

Sedang untuk penyebab kebakaran, pihaknya masih mendalaminya. 

Dari kios aksesoris itu pihaknya mengamankan sejumlah barang,  seperti abu, kabel dan bekas lampu minyak. 

Barang-barang itu akan diuji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

"Kurang lebih 7 hari sudah selesai (uji labfor)," terangnya.

Sementara itu pemilik kios aksesori,  Budi yang juga mendampingi petugas lapor Polda Jatim dalam melakukan olah TKP, mengaku tidak mengetahui pemanggilan dirinya oleh pihak Kepolisian.

Setelah selesai mendampingi olah TKP, dirinya dipanggil ke Polsek setempat.

"Saya enggak tahu,  saya cuma disuruh kesini (pasar), setelah ini saya juga disuruh ke Polsek," ujar Budi.

Pihak Kepolisian jiga telah memeriksa beberapa saksi. 

Termasuk kepala keamanan pasar, Heru dan salah satu pedagang berinisial GR. Pemeriksaan dilakukan di Polsek setempat.

"Dua yang kita periksa tadi malam (kemarin jumat)," kata Kapolsek Ngunut, Kompol Siti Nusrinsana, Sabtu (9/11/19).

Pemeriksaan terhadap GR dilakukan berdasarkan keterangan dari saksi Heru yang melihat GR keluar dari lokasi awal api muncul, sesaat sebelum terjadi kebakaran.

GR merupakan salah satu pedagang pisang di pasar Ngunut. GR mempunyai kebiasaan mematangkan pisang menggunakan karbit.

"GR pun yang diperiksa juga mengakui kebiasaannya itu. Bahkan, GR ini biasa tidur di teras teras toko," jelasnya.

Meski demikian pihaknya tak mau terburu-buru menentukan penyebab kebakaran itu. 

Saat ini dirinya masih fokus untuk mengumpulkan bahan dan keterangan serta mengamankan lokasi kebakaran.

Pewarta : Joko Pramono
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->