Kontrak Ramayana Segera Berakhir, Pemkot Malang Mulai Hitung Besaran Sewa Baru

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Dok. MalangTIMES)
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Dok. MalangTIMES)

BATUTIMES - Kontrak penggunaan Mal Alun-Alun Kota Malang akan segera berakhir dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Malang pun saat ini mulai melakukan penghitungan sewa baru untuk Ramayana yang selama ini menggunakan gedung milik daerah tersebut.

Pasalnya, keberadaan  PT. Sadean Intra Mitra Corporation (SIMC) sebagai pihak yang melakukan kontrak dengan Pemkot Malang sampai sekarang masih belum diketahui. Sehingga, skema yang mulai disiapkan adalah memberlakukan sewa aset kepada pihak Ramayana.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan, ketika kontrak Pemkot Malang dengan PT SIMC berakhir, maka akan dilakukan sistem sewa pendek, yaitu sekitar enam bulan. Sementara untuk besaran sewa akan menyesuaikan dengan nilai appraisal yang berlaku.

"Saat ini berapa persisnya masih dihitung," katanya pada wartawan, Minggu (10/11/2019).

Lebih jauh dia menyampaikan, kontrak antara Pemkot Malang dan PT SIMC akan berakhir pada 15 November mendatang. Jika sampai tanggal tersebut perusahaan yang dimaksud tak kunjung ditemukan, maka pencatatan aset akan langsung diberlakukan.

"Bagian hukum sudah saya minta untuk mencari tahu berdasarkan alamat dan akta yang baru," Imbuhnya.

Sebelumnya, DPRD Kota Malang memberi sorotan tajam terhadap kontrak antara Pemkot Malang dengan PT SIMC. Dewan menilai jika Pemkot Malang kurang tegas terhadap perencanaan kontrak tersebut.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyebut, semestinya Pemkot Malang bergerak sejak empat atau tiga tahun sebelum masa kontrak berakhir. Sehingga dapat meminimalisir kemungkinan yang terjadi seperti sekarang.

"Yang parahnya lagi, sempat ada pengalihan ke PT lain dan Pemkot Malang baru mengetahui. Ini sangat memprihatinkan," jelasnya.

Dia pun meminta agar Pemkot Malang berbuat tegas atas peristiwa tersebut. Made menyebut jika meminta pihak Ramayana untuk keluar dari gedung yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Malang itu tidak menyalahi aturan. Karena hal itu akan membuat Ramayana bertindak menuntut hak mereka kepada PT SIMC.

"Harus segera diselesaikan agar statusnya jelas," tegasnya. 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->