Konslet Listrik, Rumah di Turen Dilahap Si Jago Merah, Rp 500 Juta Melayang

Tim berusaha menjinakkan si jago merah yang melahap rumah warga Turen (PMI)
Tim berusaha menjinakkan si jago merah yang melahap rumah warga Turen (PMI)

BATUTIMES - Si jago merah kembali beraksi di wilayah Kabupaten Malang. Puluhan kasus kebakaran, tepatnya sekitar 22 kasus di Oktober 2019 lalu, kini daftarnya semakin panjang menginjak November minggu pertama. Si jago merah kembali berulah dan membuat rumah warga di Dusun Trimo, Desa Sawahan, Kecamatan Turen, terbakar hebat dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Kebakaran yang menimpa rumah warga bernama Pungky Mega Sakti (32) terjadi hari Minggu (10/11/2019) sore, sekitar pukul 17.10 WIB. Kini penyebab si jago merah beraksi dari hasil penyelidikan tim yang terdiri dari Polsek Turen, PMI, pemadam kebakaran dan masyarakat, disebabkan karena konsleting listrik.

"Api diduga berasal dari konsleting listrik. Percikan api menyambar bensin dan gas yang ada di kios rumah korban. Sehingga membuat rumah dilahap si jago merah. Kerugian ditaksir sampai Rp 500 juta," terang Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran) Kabupaten Malang, Agus Suyanto, Minggu (10/11/2019).

Aksi si jago merah yang coba ditaklukkan oleh masyarakat sekitar beserta tim dan dua mobil pemadam kebakaran. Tak mampu membuat api yang lahap membakar rumah Pungky padam cepat. Walau mampu memblokir si jago merah tak merembet ke rumah lainnya, korban harus rela rumahnya rusak parah dengan total kerugian terbilang besar.

Untungnya, kesigapan warga sekitar dan tim memadamkan api, tak membuat kasus kebakaran di awal November 2019 ini memakan korban jiwa.

"Tak ada korban jiwa, hanya kerugian material karena kondisi rumah rusak parah terkena api," ujar Agus.

Rentetan kasus kebakara di tahun 2019 ini memang patut diantisipasi masyarakat. Walau hujan telah mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Malang, tapi masih belum rata di 33 kecamatan. Udara panas dan angin kencang masih melanda diberbagai wilayah lainnya, dimana hal ini pula yang mempercepat si jago merah beraksi dan meninggalkan kerugian puluhan sampai ratusan juta milik korban.

Dari catatan PPBK Kabupaten Malang, sejak awal tahun sampai saat ini telah tercatat sekitar 55 kebakaran. Baik rumah warga, hutan, lahan bambu, pasar dan lainnya. Pemicunya beragam, dari konsleting listrik, buang puntung rokok sembarangan, bakar sampah, dan berbagai kelalaian manusia lainnya.

"Cukup banyak kasus kebakaran tahun ini dikarenakan berbagai faktor itu. Karena itu kita kerap mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dalam beraktivitas yang berhubungan dengan api," tandas Agus.
 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->