Capai Aktualisasi Diri Anak Dengan Bermain

CANDA TAWA: Bermain adalah salah satu cara untuk dapat melihat bakat dan minat dalam diri anak. (Foto: googleimage)
CANDA TAWA: Bermain adalah salah satu cara untuk dapat melihat bakat dan minat dalam diri anak. (Foto: googleimage)

MALANGTIMES - Bermain merupakan kebutuhan penting untuk tumbuh kembang anak. Tak terkecuali anak usia 12 hingga 13 tahun yang tergolong memasuki tahapan awal remaja. Pada tahapan usia tersebut, anak cenderung menjadikan bermainnya sebagai hobi. 

Psikolog sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sadia Mewar S.Psi M.Psi mengatakan, tanpa disadari anak ataupun orang tua, aktualisasi atau kepuasan diri seorang anak usia awal remaja tercapai ketika anak tersebut dapat menonjolkan kebolehan atau skill dalam melakukan hobinya. 

"Tahap awal remaja merupakan tahap dimana anak belum bisa memahami kemauannya sendiri. Di sini peran orang tua dan guru. Orang tua dan guru harus peka dengan minat anak. Hal itu membantu anak untuk menemukan kesenangan sekaligus bakatnya," jelas Mewar, panggilan akrab Sadia Mewar.

Namun, resiko buruk ketika aktualisasi diri anak tidak tercapai adalah mereka cenderung melakukan hal-hal negatif. Seperti, melawan aturan bahkan nilai dan moral di masyarakat. Hal tersebut dikarenakan anak tak bisa menentukan apa yang membuatnya merasa bahagia dan puas.

Diharapkan, orang tua dan guru di sekolah dapat terus berkomunikasi dan berkerjasama untuk membantu anak mencapai aktualisasi diri. "Orang tua dan guru harus sering berkomunikasi, jangan berkomunikasi ketika anak sudah bermasalah," tutup Mewar. (*)

Pewarta : Tristania Dyah
Editor : Hari Istiawan
Publisher : Rochmat Shobirin
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->