Belajar dari Pengalaman Korban Penipuan Online

ilustrasi (Foto: googleimage)
ilustrasi (Foto: googleimage)

MALANGTIMES - Penipuan secara online yang memanfaatkan media sosial (medsos) marak terjadi. Beragam akun menawarkan barang dengan harga murah menjadi "iklan" yang menggiurkan dan memancing keingintahuan pengguna me‎dsos yang membacanya. Hasrat ingin memiliki barang dengan harga murah merupakan kewajaran. Namun, sikap kritis, teliti dan hati-hati menjadi prinsip yang harus dipegang, agar jangan sampai tertipu.

 
Menjadi korban penipuan online merupak‎an pengalaman berharga bagi Arda, nama panggilan mahasiswi perguruan tinggi di Kota Malang ini. "Saya jadi lebih berhati-hati, Mas. Ini pengalaman pertama saya kena tipu," ujar Arda yang tidak bersedia disebut nama lengkapnya.
 
Arda menjadi korban ‎penipuan online dari sebuah akun instagram yang menawarkan handphone merk apple iphone 6 dengan harga Rp 4 juta. "Sebenarnya yang cari iphone itu adik sepupu saya," ujarnya saat ditemui MALANGTIMES. Arda harus merelakan uangnya Rp 2,7 juta disetor  melalui nomor rekening bank kepada orang yang mengaku bernama Galih.
 
Selama ini, Arda mengaku sering berbelanja barang secara online dan tidak pernah mengalami masalah.   Arda kerap bertransaksi untuk membeli keperluannya sebagai wanita muda, seperti baju dan asesoris. Nilainya berkisar ratusan ribu rupiah. 
 
Arda memanfaatkan media sosial untuk mencari barang yang diingini. Akun facebook, instagram, line, menjadi media yang sering dikunjunginya untuk mencari barang. Demikian juga akun jual beli online yang kini marak ‎iklannya muncul di berbagai media massa, tak luput dari pantauannya. 
 
Arda menceritakan kasus penipuan yang hampir ‎menimpa temannya beberapa hari lalu. Arda mengisahkan teman SMA-nya mendapat surat yang isinya diterima kerja di salah satu perusahaan minyak terbesar dunia. Temannya diminta membeli tiket pesawat melalui sebuah agen perjalanan yang tertera dalam surat. 
 
"Saya bilang ke teman saya, nanti kalo kamu sudah transfer, pas kamu ke bandara, apa yang mau kamu tunjukin waktu check in," tutur Arda. Kisah teman Arda menjadi pelajaran baru. "Lucu ya, lowongan pekerjaan bisa jadi alat penipuan," celetuknya.
 
Kejadian yang dialami Arda dan rekannya menjadi contoh dari maraknya kasus penipuan secara online. Pengalaman Arda membuatnya berpesan,"Lebih hati-hati, kalau perlu sebelum mentransfer (uang) tanya yang sedetail-detailnya." (*)
Pewarta : Ferry Agusta Satrio
Editor : Hari Istiawan
Publisher : Rochmat Shobirin
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->