SMA Kosayu Kembalikan Piala Gubernur ke Bumi Arema

Juara Olimpiade Sejarah se-Jawa Timur berpose bersama juri pembimbing. (Foto: Tania/malangtimes)
Juara Olimpiade Sejarah se-Jawa Timur berpose bersama juri pembimbing. (Foto: Tania/malangtimes)

MALANGTIMES - SMA Kolese Santo Yusuf (Kosayu) Malang berhasil merebut juara olimpiade sejarah se-Jawa Timur setelah mengalahkan pesaing terdekatnya di babak final dalam memperebutkan juara pertama yang juga berhak atas piala bergilir, Piala Gubernur Jatim. 

Dalam babak semifinal dan final yang dilaksanakan di Aula Perpustakaan, Universitas Negeri Malang (UM), Minggu (27/9/2015) dihadiri 67 tim yang sudah lolos di babak semifinal, berasal dari tujuh rayon yaitu Malang, Banyuwangi, Blitar, Mojokerto, Bojonegoro, Ponorogo, dan Madura yang sudah melewati babak penyisihan, dua minggu sebelumnya, 13 September 2015.

Fensis Afifatul Hidayah, Ketua pelaksana kegiatan mengaku bahwa untuk prosesnya dari awal berjalan sesuai dengan rencana dimulai dari babak semifinal yang terdiri dari 67 tim dari 7 rayon yang mana di babak semifinal tersebut dibagi dalam dua tahap untuk dikerucutkan menjadi 25 tim 

"Untuk babak finalnya dipilih lima tim ada dan ada tiga tahap, tahap 1 untuk menentukan juara harapan 2, berikutnya tahap 2 untuk penentuan juara harapan 1 dan di tahap ketiga untuk menentukan juara ketiga, kedua, dan juara pertama," ungkapnya kepada MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK).

Sementara itu untuk materi yang diujikan di Olimpiade tersebut adalah materi sejarah dunia dan sejarah nasional Indonesia serta bobot di setiap babaknya untuk materi soal yang dikerjakan lebih sulit.

Acara yang diselenggarakan HMJ Sejarah, UM ini total diikuti 310 tim mulai babak penyisihan dari ratusan sekolah di seluruh Jawa Timur dengan juri utama yaitu Slamet Sujud Purnawan Jati, Aditya Nugroho Widiadi, Indah Wahyu Puji Utami, yang juga Dosen Jurusan Sejarah UM.

"Harapannya kami berharap bagi yang juara kami tunggu sumbangsihnya untuk bangsa dan negara khususnya kepedulian terhadap sejarah karena saat ini minat pemuda atas pemahaman terhadap sejarah bangsanya cukup rendah," harap Santoso Ilham, Ketua HMJ Sejarah.

Untuk juara pertama diraih SMAK Kolese Santo Yusuf (Kosayu) Malang dengan tim atas nama Cristopher Reinhard dan Rio Ferdinand K, kemudian juara dua SMAN 1 Ponorogo, juara ketiga SMAN 1 Blitar, juara harapan 1  SMAN 1 Genteng, dan juara harapan 2 SMAN 2 Ponorogo. Dengan hasil tersebut SMAK Kosayu berhasil mengembalikan Piala Gubernur ke Bumi Arema setelah dua tahun berada di SMAN 1 Ponorogo. (*)

Pewarta : Tristania Dyah
Editor : Hari Istiawan
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->