Pembunuhan Aktivis Tambang di Lumajang

LPSK `Bawa Kabur` Tosan dan Keluarganya dari RSSA Malang

Tosan (kaos hitam), keluar dari Ruang 12 Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Senin (12/10/2015) (foto: Ferry/ Malangtimes)
Tosan (kaos hitam), keluar dari Ruang 12 Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Senin (12/10/2015) (foto: Ferry/ Malangtimes)

MALANGTIMES - Keluarga Tosan menyampaikan permohonan maaf kepada para awak media, yang menanti sejak siang hingga malam untuk meliput kepulangan pria yang menjadi korban kekerasan dalam peristiwa penambangan pasir di pesisir Kabupaten Lumajang itu.  

Melalui pesan singkat, Abdul Rosyid, kerabat Tosan, menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa berpamitan secara baik-baik kepada awak media.  

"Kami sebenarnya ingin pulang dengan baik-baik, tapi LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) yang tidak mau. Kami sempat marah juga tadi, mas," demikian pesan singkat melalui aplikasi Whatsapp, yang dikirimkan kepada MALANGTIMES, Selasa (13/10/2015) malam.  

Puluhan jurnalis dari berbagai media massa baik lokal maupun nasional, menanti kepulangan Tosan, sejak siang, sekira pukul 13.00 WIB hingga pukul 18.30 WIB. Namun, gagal mewawancarai Tosan.

Keluarnya Tosan bersama keluarganya dari Ruang 13 Instalasi Rawat Inap, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, tidak diketahui oleh awak media.  

Tosan bersama keluarganya, berhasil 'diloloskan' dari pantauan media, saat para jurnalis sedang mewawancarai Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, sekira pukul 18.30 WIB.(*)

Pewarta : Ferry Agusta Satrio
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
-->