Kenalkan Anti Kekerasan pada Anak Sejak SD

Ilustrasi kekerasan pada anak (Foto: duniaanak)
Ilustrasi kekerasan pada anak (Foto: duniaanak)

MALANGTIMES - Kekerasan pada anak merajalela di Indonesia belakangan ini. Dan untuk mencegahnya, lembaga pendidikan khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD) harus mulai menggeber kampanye antikekerasan sejak dini.

"Sekolah sudah harus mulai turut serta mengkampanyekan gerakan anti kekerasan, terutama di tingkat SD yang memang sangat rentan dengan tindak kekerasan," kata Direktur Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Pemberdayaan Perempuan Gasira, Lies Marantika Mailoa di Ambon beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kampanye antikekerasan dapat dilakukan pihak sekolah dengan mengajari para siswa mengenali pola-pola kekerasan, baik fisik maupun nonfisik sehingga mereka bisa memproteksi diri dari kemungkinan adanya tindakan tersebut. Kampanye itu tak harus menjadi bagian kurikulum, namun bisa dikenalkan pada waktu-waktu tertentu.

"Ini bisa dilaksanakan selama setengah jam sebelum atau sesudah pulang sekolah, waktu di mana guru bisa terus mengingatkan anak didiknya mengenali pola-pola kekerasan yang bisa menimpa mereka," imbuhnya.

Mantan komisioner Komnas Perempuan periode 1998 - 2006 itu meyakini dengan mengkampanyekan gerakan antikekerasan maka dengan sendirinya sekolah akan menghentikan terjadinya kekerasan dalam bentuk apapun di dalam institusinya. Apalagi saat ini justru banyak guru yang melakukan kekerasan pada anak, terutama kekerasan verbal.

"Meneriaki murid dengan suara kasar, atau hanya mengatai dia bodoh itu adalah bentuk kekerasan verbal yang seharusnya dihindari oleh lembaga pendidikan, karena ini juga akan berpengaruh pada tumbuh kembang mental dan psikis anak untuk menghadapi persoalan," tandas Lies. (*)

Pewarta : Ronny Wicaksono
Editor : Fathul Yasin
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Indonesia
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->