Inspirasi Muda

Ditawarkan Customers Sampai Pengusaha Kain

Ara Scarf saat buka stand di Car Free Day Jogjakarta beberapa waktu lalu.
Ara Scarf saat buka stand di Car Free Day Jogjakarta beberapa waktu lalu.

MALANGTIMES - Memasuki enam bulan usia Ara Scarf, membuat Arma Rohmatul Ara semakin terkenal sebagai mahasiswi wirausaha sukses. Bahkan banyak pengusaha kain di Kota Malang menawarkan kain-kain milik mereka untuk dijadikan hijab ala Ara Scarf.

"Kadang di kampus ada yang panggil, mbak Arma, mahasiswi wirausaha sukses nih. Antara malu dan bangga juga dipanggil gitu," kata Arma. Menurutnya, rasa malu tersebut muncul karena ia merasa belum sesukses seperti yang orang lain katakan. Ia juga takut nantinya berbangga hati dan justru membuatnya merasa puas dengan apa yang dicapai saat ini.

"Masih banyak yang perlu saya raih, terutama untuk membesarkan Ara scarf ini," tambahnya. Namun tidak dipungkiri, keberadaan Ara Scarf dapat dikatakan cukup terkenal. Sebab, banyak event-event di Kota Malang mengundang secara langsung Ara Scarf untuk mengisi stand-stand dalam event tersebut. "Kata panitia eventnya pengunjung akan lebih banyak kalau ada Ara Scarf," ujar Arma sambil tersenyum.

Bahkan, saat Ara Scarf membuka stand di salah satu event festival musik di Kota Malang pertengahan Oktober lalu, banyak pelanggannya datang dari luar kota. Seperti Surabaya, Pasuruan, dan Jember.

Tidak hanya di Kota Malang saja, permintaan pun banyak dari luar kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan kota lainnya. "Kemarin sudah buka di Car Free Day Yogyakarta, itu juga karena banyaknya permintaan dari Yogya," tambahnya.

Menurutnya, banyaknya permintaan ini karena Ara Scarf mempertahankan kualitas bahan yang digunakan untuk hijab. Karena itu, pelanggannya tidak kecewa saat membeli produk Ara Scarf. "Kebanyakan pelanggan itu setiap ada motif baru langsung pesan. Katanya percaya bahan Ara nyaman," tutupnya. 

Selain itu, Arma pun sering ditawakan oleh penguasaha kain untuk berkerjasama membuat hijab. Namun Arma masih memilih-milih kain-kain untuk dijadikan hijab. Sebab, kualitas hijabnya harus dipertahankan. sehingg tak sedikit pengusaha atau pemilik toko kain yang ditolak olehnya. (*)

Pewarta : Tristania Dyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->