Dua Kali Gagal Operasi, Kaki Manda Hampir Diamputasi

Manda Junaika Pilianti. Foto: agus/batutimes
Manda Junaika Pilianti. Foto: agus/batutimes

BATUTIMES - Sungguh malang nasib Manda Junaika Pilianti, gadis berumur 11 tahun anak dari M Ranu warga RT01/ RW09 Dusun Jungg, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ini. Pasalnya, saat ini Ia hanya bisa terduduk dan tak banyak yang bisa yang Ia lakukan termasuk sekolah.

Hal itu sudah sejak bulan Agustus lalu, setelah kecelakaan lalu lintas yang Ia alami di Ngijo, Kecamatan Karangpoloso bersama Ibunya. Namun Ibunya tak luka parah seperti Manda. Kecelakaan itu menyebabkan tulang kaki kanannya putah dan harus diberi besi-besi untuk penahan.

Tulang Kaki kanannya itu sempat di operasi dua kali di Rumah Sakit Syaiful Anwar Kota Malang, namun dari hasil operasi tersebut gagal, dan kegagalan hasil operasi tersebut kurang diketahui oleh Raun, orang tua Manda yang kesehariannya bekerja sebagai penjaga vila di Desa Tulungrejo.

Saat operasi kedua Manda, Raun mengaku sempat ditawari oleh pihak rumah sakit untuk menggunakan alat bekas untuk operasi, namun Raun menolaknya, pasalnya jika menggunakan alat bekas operasinya akan ditunda.

"Sebisa mungkin saya usahakan untuk pakai alat baru biar bisa segera dioperasi," ujarnya kepada MALANGTIMES, Selasa (24/11/2015).

Dari operasi yang dilakukan namun gagal tersebut, dokter menyatakan kaki Manda harus diamputasi, namun karena Raun tak tega melihat kaki anaknya diamputasi, Raun memilih mengajak anaknya tersebut pulang paksa.

"Saya tidak tega kalau melihat kaki anak saya diamputasi, tidak mau saya," ujar Raun.

Raun mengaku, jika cukup mendapat bantuan dari Jasa Raharja sebesar Rp 13 juta, namun selama operasi Manda, Raun mengatakan menghabiskan dana lebih dari itu. "Buat dua kali operasi Manda, Rp 36 juta," terangnya.

Hal itu membuat Raun yang sudah 10 tahun tinggal di Desa Tulungrejo ini harus menjual rumah miliknya yang berada di gunung Kawi tempat asal Raun, untuk membiayai operasi anaknya, pasalnya gaji Raun yang hanya sebesar Rp 500 ribu tak mencukupi untuk menutupi biaya tersebut.

Sementara itu, Raun di Desa Tulungrejo tersebut tinggal masih menumpang di vila yang Ia jaga.
Raun sendiri mengungkapkan jika dirinya tidak pernah mengeluhkan apa yang dialami kepada siapapun, baik tetangga maupun ke RT/ RW setempat.

"Tidak enak saya, sungkan," ujarnya.

Selama ini, Raun juga belum terdaftar dalam penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat. Hal itulah yang membuat Raun terus berusaha bekerja keras untuk kesembuhan anaknya.

"Jika pas ada waktu ya buruh ke sawah juga," katanya.
Dari keterangan Raun juga, sejak Manda tak masuk sekolah, gurunya sering menengok dan memberikan buku bacaan kepada Manda.

Sementara itu, Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tulungrejo, Arief Erwinadi mengatakan akan siap membantu terkait apa yang dialami Raun.
"Kita akan bantu, pertama kita akan dampingi untuk laporan ke Ketua RT/ RW yang kemudian dari Desa akan menindaklanjuti," terangnya. (*)

Pewarta : Muhammad Agus Salim
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->