Ingin Menikmati Apel tanpa Digigit? Coba Apel Celup

ASAM MANIS: Risa menunjukkan apel celup buatannya, Selasa (26/1/2016). (foto: nurliana ulfa/batutimes)
ASAM MANIS: Risa menunjukkan apel celup buatannya, Selasa (26/1/2016). (foto: nurliana ulfa/batutimes)

BATUTIMES – Desa Tulungrejo Kota Batu sebagai sentra penghasil apel menjadi inspirasi bagi warganya untuk terus memproduksi produk olahan apel. Tidak hanya kripik apel, jenang apel dan sari apel seperti yang sering terdengar, ada produk olahan apel lainnya, yaitu apel celup. Tentu saja apel ini tidak langsung dicelupkan ke dalam air untuk diminum, namun melalui proses pengolahan.

Produk apel celup ini digagas oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan) Mitra Arjuna di Dusun Junggo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Bentuk dari apel celup ini sangat mirip dengan teh celup. Dikemas di dalam tea bag atau wadah teh berwarna putih transparan, penikmat teh celup dapat langsung menyelupkannya ke dalam air hangat dan menambahkannya dengan gula agar terasa manis.

Risa Wiwin, salah seorang anggota gapoktan Mitra Arjuna yang mengelola teh celup dengan merk Djoenggo ini mengatakan, produk apel ini sudah dibuat sejak tahun 2012. ”Karena produk olahan apel sudah banyak, maka kami ingin membuat jenis olahan apel lainnya yang tidak kalah menarik dengan keripik apel, jenang apel, maupun sari apel,” ungkap Risa.

Menurutnya, para pecinta teh patut merasakan sensasi dari apel celup ini, baik dengan ataupun tanpa gula. Apel celup tetap nikmat dikonsumsi dengan rasa asam khas apel.

Apel celup Djoenggo ini dipasarkan ke toko oleh-oleh di Kota Batu. Selain itu pesanan pun berdatagan dari luar kota, seperti Jogjakarta, Semarang, hingga Manado. Satu pack apel celup ini dibanderol dengan harga Rp 13.000 untuk pembelian grosir. Lalu harga Rp 15.000 hingga Rp 20.000 untuk pembelian eceran di beberapa toko oleh-oleh. (*)

Pewarta : Nurliana Ulfa
Editor : Yosi Arbianto
  • Karya Lukis Tertolak Dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu

    Karya yang gagal dipamerkan tetaplah sebuah seni. Itulah yang ada di benak 10 perupa mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Rejected. Setelah sempat gagal memamerkan karya lukis di Universitas Negeri Malang beberapa waktu lalu, mereka akhirnya memamer

  • Dusun Penghasil Kentang Gelar Fashion Show Berkelas

    Dusun Jurangkuali Desa Sumber Brantas, Bumiaji, Kota Batu mempersembahkan salah satu kekayaannya selain kentang dan sayur mayur. Dusun di atas awan itu menggelar fashion show elit bertajuk A Day With Sandix’s Fashion Art, The Immersed Beauty of Jurangkual

  • Belajar Main Kartu Semenjak Kelas Tiga SD

    Apriliya Andika Putri namanya. Perempuan berjilbab ini juara pertama lomba brigde berpasangan dalam Pekan Olahraga Kota (Porkot) Batu yang diadakan Komite Olahraga Nasional (KONI) dan Pemkot Batu, Oktober 2016. Putri, sapaan akrabnya, berpasangan dengan E

  • Taekwondo Kota Batu Borong 20 Medali Piala Gubernur Jatim

    Atlet-atlet taekwondo Kota Batu terus menggapai prestasi. Mereka memborong medali dalam Kejuaraan Nasional Terbuka Piala Gubernur Jatim. Acara digelar di DBL Arena Surabaya pada 30 November hingga 4 Desember 2016.

  • Pakai Pemasaran Online, Petani Krisan Banjir Permintaan

    Keindahan bunga krisan memikat hampir semua orang. Untuk itulah permintaan bunga krisan produk petani Kota Batu berangsur naik dari tahun ke tahun. Nuryono, Ketua Kelompok Tani Mulya Jaya Desa Sidomulyo Kota Batu mengatakan, dalam satu kali pengiriman p

  • Melukis Kaligrafi Massal Akhiri BIIT 2016

    Para seniman Malang Raya bersama pelajar tingkat SD, SMP dan SMA bersatu untuk melukis kaligrafi di Balaikota Among Tani, Minggu (4/12/2016). Sedikitnya ada 200 peserta yang melukis dalam kegiatan Penulisan Kaligrafi Kontemporer, sebuah rangkaian Batu I

  • Sidomulyo Batu Kenalkan Bunga dan Dekorasi Lewat Festival

    Warga Sidomulyo Kecamatan Batu cukup kreatif menarik para wisatawan dan mengenalkan potensi desanya. Mereka membuat Sidomulyo Flower Festival Decoration Contest, Jumat hingga Sabtu (3/12/2016). Lokasi festival di Gelora Bunga Sidomulyo Kota Batu.

  • Pedagang Tempe Tertimpa Pohon di Depan Makam Cina

    Seorang pedagang tempe, Wawan Setiyahadi warga Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu tewas tertimpa pohon roboh, Minggu (4/12/2016). Lokasi kejadian ada di Jalan Ir Soekarno, tepatnya di depan makam Cina Kelurahan Temas Kecamatan Batu. Wawan celaka ketika

  • Tahun Baru 2017, Samara Resort Sedia Paket Tanpa Pesta

    Beberapa hotel ada yang menawarkan kamar saja tanpa perayaan ketika liburan Natal dan Tahun Baru 2017. Salah satunya Samara Resort yang terletak di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Temas Kecamatan Batu.

  • Usai Goreng Ikan Asin, Dapur Astuti Dilalap Jago Merah

    Kobaran si jago merah meratakan bangunan lantai dua rumah milik Mbah Astuti (60), warga Jalan Ir Soekarno Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu, Minggu (4/12/2016) pagi pukul 06.00.

  • Para Filantropis Gelar Pentas Seni Anak Disabilitas

    Anak penyandang disabilitas layak diberi tempat dan hiburan. Untuk itulah, para filantropis (orang-orang peduli) mengundang 300 anak berkebutuhan khusus Malang Raya untuk unjuk kebolehan di Pentas Seni Hari Anak Disabilitas International 2016. Acara digel

  • Hujan Tiap Hari, Kelinci Peternak Rawan Mati

    Hujan yang turun setiap hari dalam durasi yang relatif lama membuat peternak kelinci di Kota Batu kelimpungan. Suhu dingin, lembab dan makanan yang basah membuat kelinci sakit dan banyak yang mati.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
Top