Pembahasan Raperda Molor

5 Raperda Mandek, Dewan Salahkan Pemkot

Deddy Irfan Alwani (tengah). (Foto: miski/malangtimes)
Deddy Irfan Alwani (tengah). (Foto: miski/malangtimes)

MALANGTIMES - Sedikitnya ada lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mandek di tengah jalan. Hal tersebut disesalkan anggota Fraksi Demokrat DPRD Koa Batu, Deddy Irfan Alwani.

Raperda tersebut yakni Bangunan Gedung (BG), Perda Desa, Sekolah Gratis, Perda Bencana, dan UMKM.

Menurutnya, hingga pertengahan tahun, dewan dan pemerintah belum menyelesaikan satu pun Raperda, baik usulan maupun inisiatif.

"Sangat tidak efektif, hingga sekarang kami belum mengesahkan Raperda satu pun, ini di luar target kami," jelasnya.

Raperda BG misalnya, mandek karena pemerintah belum juga merivisi beberapa pasal yang dinilai Pansus kurang detil atau multi tafsir.

Selain itu, Perda Desa juga gagal selesai lebih cepat, karena paripurna jawaban walikota atas pandangan umum fraksi tertunda dua kali.

"Kami sudah mendesak dan menagih keseriusan pemerintah. Nyatanya juga tidak berjalan. Alhasil, masyarakat akan menilai jika dewan tidak bekerja," ungkap mantan pengurus HIPMI itu.

Pewarta : Miski
Editor :
Publisher : Yatimul Ainun
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->