Hujan Datang Tiba-tiba, Pengelola Rafting Waspada

NAIK TURUN: Debit air Sungai Brantas tidak stabil karena anomali cuaca. (Galuh Pandu Larasati/BatuTIMES)
NAIK TURUN: Debit air Sungai Brantas tidak stabil karena anomali cuaca. (Galuh Pandu Larasati/BatuTIMES)

KOTABATU  - Anomali cuaca yang terjadi sejak tiga bulan terakhir berpengaruh terhadap debit air Sungai Brantas yang menjadi rute arung jeram di Kota Batu. Kondisi hujan yang tidak menentu membuat debit air Brantas tidak stabil.

Volume air bisa mengecil. Tetapi secara tiba-tiba volume air membesar karena ada hujan di daerah hulu. ”Debit air naik turun sejak bulan Mei lalu," kata Agus Wareng, Operasional Manager Sahabat Air Rafting Kota Batu.

Dengan kondisi itu, para pengelola rafting meningkatkan kewaspadaan. Dalam standar mereka, ketinggian air normal adalah antara 70-80 centimeter. Untuk kenaikannya ditoleransi 40 centimeter dari batas normal.

”Kondisi saat ini ketinggian muka air  normal dan masih dalam batas toleransi di bawah 40 centimeter,” kata Agus Wareng.

Bila ketinggian air di atas toleransi 40 centimeter, maka pengarungan di-cut (dibatalkan). ”Sebab beresiko bagi pengarung," kata Wareng, sapaan akrab Agus Wareng. Kondisi di atas batas toleransi itu terjadi bila hujan deras.

Sementara itu, selama bulan puasa 2016 lalu, jumlah wisatawan arung jeram Sahabat Air Rafting naik 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Tercatat pengarungan terisi 20 hari dalam sebulan. Sedangkan tahun lalu hanya 10 hari.

Sedangkan saat libur Lebaran, terhitung sampai H+7 Lebaran, pengelola melakukan pengarungan dua sampai tiga trip perhari. (*)

Pewarta : Galuh Pandu Larasati
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->