Semangate Wong Batu

Punjul Santoso, Gaet Aspirasi dan Inspirasi dari Jalan Pagi

Wakil Wali Kota Batu Punjul saat berada di ruang kerjanya.(Foto: Galuh Pandu Larasati/BatuTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul saat berada di ruang kerjanya.(Foto: Galuh Pandu Larasati/BatuTIMES)

KOTABATU – Wakil Wali Kota Batu Punjul punya nama lengkap Ir H. Punjul Santoso, MM. Ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batu mendampingi Wali Kota Eddy Rumpoko di periode 2012-2017. Sampai saat ini, Punjul adalah kader PDI Perjuangan yang turut memajukan Kota Batu.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Punjul kecil tertarik berorganisasi dan sudah bersinggungan dengan dunia politik.

Putra ke-2 dari delapan bersaudara pasangan Sunardjo-Raminten ini mulai menyukai dunia organisasi berkat ayahnya

Kala itu, ayahnya menjabat Ketua PNI Kecamatan Batu. Ayahnya pernah pula menjadi  Bendahara DPC PDI Kabupaten Malang. Sang ayah sering mengajaknya terlibat dalam kegiatan kampanye ataupun rapat organisasi.

Kegiatan berpolitiknya dimulai saat ia masuk ke jenjang perguruan tinggi pada tahun 1982. Punjul kuliah di Universitas Islam Malang di jurusan peternakan.

Punjul bergabung dalam sejumlah organisasi ekstra kampus. Ia pernah aktif di PMII, HMI, dan GMNI. Akibat terlalu aktif berorganisasi, Punjul mengaku nyaris drop out.

Saat itu, bukan hal yang mudah bagi Punjul untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu. Sebab sebagai anak yang terlahir dari keluarga sederhana dan ekonomi pas-pasan, Punjul harus ikut berjuang menghidupi keluarganya.

Ia pernah nyambi bekerja sebagai karyawan KUD Batu. Pekerjaan serabutan seperti tukang parkir, kernet, dan jualan oli ia geluti. Tinggal nomaden di sejumlah tempat juga sempat ia lakoni.

Berdemokrasi secara sembunyi-sembunyi ia lakukan pada masa Orde Baru saat menjadi pengurus korcam PDI (sekarang PAC) Kecamatan Batu.

Kemudian pada tahun 1999, dalam pemilu legislatif 1999, Punjul terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Malang (dapil Pujon, Ngantang, Kasembon, Dau dan Batu).

Selanjutnya selama dua periode berturut-turut, alumnus SMAN 1 Batu ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Batu.

Punjul kala menjabat wakil ketua DPRD sering meredakan demonstran yang menyerbu kantor dewan. Misalnya demonstrasi rehabilitasi masjid An Nuur Batu dan demonstrasi pembangunan BNS Kota Batu.

Bapak tiga anak yang tinggal di Jalan Diran 18 Kelurahan Sisir Kota Batu ini punya kegemaran jalan-jalan pagi. Selain untuk olahraga, hobi tersebut bisa mendekatkan dirinya dengan masyarakat.

”Saya bisa ketemu langsung dengan masyarakat, mendengar keluh kesah mereka, sekaligus cari inspirasi sambil jalan-jalan," kata Punjul.

Aspirasi dan inspirasi masyarakat yang didapat melalui aktivitas jalan pagi menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan ketika ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batu.

Dari aspirasi itu, ia menjadi penerima penghargaan LVRI tahun 2015. Itu menjadi bukti kepeduliannya terhadap veteran pejuang sejarah kemerdekaan RI.

Penyuka bakso ini saat ini juga menjabat Ketua Badan Amil Zakat Kota Batu, PA GMNI, PMI. Ia juga menjadi ketua komisi penanggulangan AIDS.

Punjul berpesan kepada masyarakat Kota Batu untuk menjadikan tahun politik sebagai pembelajaran.

Dalam pilkada, pileg, pilpres ataupun pilgub, masyarakat hanya membutuhkan waktu lima menit di bilik yang akan sangat berguna untuk kepentingan daerah dan bangsa lima tahun ke depan.

”Siapapun nanti wali kota yang terpilih, harus ada kesinambungan dari program awal,” katanya.

Meskipun program yang dijalankan nantinya sesuai dengan visi misi masing-masing calon wali kota terpilih, namun tetap harus ada kesinambungan. Sebab selama 15 tahun, Kota Batu  berkembang menjadi sentra pariwisata dan pertanian. ”Jangan  tiba-tiba berubah jadi kawasan pabrik misalnya," tutur Punjul.(*)

Pewarta : Galuh Pandu Larasati
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->