Karnaval Kurang Lengkap Tanpa Sanduk

Para penari sanduk dari beberapa desa di Kota Batu mengikuti karnaval di Desa Gunungsari, Kamis (20/10/2016). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Para penari sanduk dari beberapa desa di Kota Batu mengikuti karnaval di Desa Gunungsari, Kamis (20/10/2016). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Kesenian sanduk memang tidak bisa lepas dari warga Kota Batu. Lihat saja di tasyakuran bersih Dusun Celaket Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji, Kamis (20/10/2016). Dalam acara karnaval, yang paling mendominasi adalah tarian sanduk. Pesertanya para komunitas sanduk dari seluruh desa di Kota Batu.

Bagi warga setempat, karnaval tanpa kesenian sanduk dirasa kurang komplit. Bahkan beberapa penonton diajak ikut menari. Anggota komunitas pun cukup banyak.

Sebagai pelengkap sanduk, ada bantengan, barongsai, drumband, sakerah dan berbagai macam tampilan busana.

Sebelumnya, para warga melakukan arak-arakan tumpeng mulai dari nasi, sayuran, buah, polo pendem dan jajanan pasar ke Sumber air Singo Dusun Celaket Desa Gunungsari.

"Kami melakukan tasyakuran juga di sumber air. Lalu besok akan dilanjutkan juga dengan kesenian pencak silat," ungkap Kasiono, Ketua Panitia Tasyakuran Bersih Desa Dusun Celaket Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji.

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko memberangkatkan karnaval tersebut. Wali kota berharap acara tersebut digelar setiap tahunnya. Tujuannya untuk melestarikan adat ditengah era modern.

”Event seperti ini harus dibudayakan setiap tahunnya dengan menampilkan tradisi yang dimiliki oleh warga," harap wali kota yang akrab disapa ER ini. (*)

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com