Belajar Main Kartu Semenjak Kelas Tiga SD

Apriliya Andika Putri menunjukkan medali kejuaraan bridge di ajang Porkot Batu 2016 lalu. (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Apriliya Andika Putri menunjukkan medali kejuaraan bridge di ajang Porkot Batu 2016 lalu. (Foto: Muklas/BatuTIMES)

KOTA BATU - Apriliya Andika Putri namanya. Perempuan berjilbab ini juara pertama lomba brigde berpasangan dalam Pekan Olahraga Kota (Porkot) Batu yang diadakan Komite Olahraga Nasional (KONI) dan Pemkot Batu, Oktober 2016. Putri, sapaan akrabnya, berpasangan dengan Eko Dedi Pramana.

"Jelas saya senang bisa juara satu Porkot Batu," kata Putri ketika ditemui BatuTIMES di rumahnya, Jalan Diponegoro Junwatu Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Putri bercerita, dunia bridge sudah dikenal sewaktu dia masih duduk di bangku kelas tiga SDN 2 Junrejo. Kala itu di sekolahnya ada ekstrakurikuler bridge untuk anak-anak seusianya.

Permainan kartu itu sebelumnya juga telah ia kenal di lingkungan keluarganya. Sebab, Eliza Indriyani, kakak sulungnya, lebih dulu mengenal permainan kartu remi tersebut.

”Kakak Eliza Indriyani yang mengenalkan pertama kali di rumah tentang bridge," ungkap anak pasangan Hermawan -Arlinah ini.

Selayaknya anak-anak, Putri pun bermain sebisanya dan semaunya. Dunia anak baginya penuh dengan ketidakseriusan dan tidak perlu banyak berfikir.

Seiring berjalannya waktu, ia pun ingin tertarik memahami permainan bridge. Oleh kakaknya, ia dianjurkan mengenal permainan pada tataran kelas ringan.

Misalnya belajar cara memegang kartu dan membagikan kartu dengan benar. Belajar pola permainan. Lebih dari itu belajar mengenal kelemahan kartu musuh.

Ia juga diajak belajar jeli dan memperhitungkan untung ruginya dalam bidding (tawaran) ketika bermain dengan lawan.

Dalam permainan brigde terdapat beberapa sistem. Antara lain standar serta presisi. "Saya ambil yang sistem standar. Sebab siste ini yang bisa saya pahami dan kuasai, " kata bungsu dari dua bersaudara ini.

Alumnus SMPN 3 Kota Batu ini menambahkan, untuk bisa menguasai permainan bridge, ia membutuhkan waktu lebih dari satu bulan. Waktu itu agak lama karena kadang-kadang ia juga enggan untuk belajar kartu.

"Kadang juga ndak main. Sebab baru datang dari sekolah. Masih capek. Butuh istirahat," kata dara kelahiran 14 April 2001 ini.

Berlatih bridge juga ia lakukan di sekolah bersama teman-temannya. Siswi kelas 10 SMAN 1 Batu ini sering mengajak teman-temannya bermain bridge untuk mengisi waktu senggang.

Dari kegemarannya itu, ia mewakili Kecamatan Junrejo untuk tanding di ajang Porkot Batu 2016 dan menjadi juara dalam kategori berpasangan bebas.

Sementara itu, Hermawan, sang ayah mengatakan untuk anak-anak seusia Putri perlu ada tambahan ekstrakurikuler di sekolah.

Sebab selain bisa menambah wawasan dan pengetahuan, juga untuk bekal di masa mendatang. Agar hidup diisi dengan hal-hal positif dan memaksimalkan kerja otak. Untuk itu, kedua orangtuanya mendukung atas apa yang dia raih.

”Biar ndak salah pergaulan, anak-anak kami arahkan belajar yang positif untuk masa depan mereka juga, " ungkap Hermawan yang ikut duduk mendampingi anaknya di ruang tamu. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->