Proyek Tol Malang-Pandaan Terkendala Watu Gajah

Area Watu Gajah diberi pagar tali, Minggu (02/04). Konon Watu Gajah adalah tempat keramat yang memiliki kekuatan mistis. (foto: MalangTIMES)
Area Watu Gajah diberi pagar tali, Minggu (02/04). Konon Watu Gajah adalah tempat keramat yang memiliki kekuatan mistis. (foto: MalangTIMES)

MALANG - Proyek jalan tol Malang-Pandaan (mapan) tengah dalam proses pembangunan. Dalam proses ini, faktor non teknis dan mistis ternyata bisa menjadi penghambat.

Salah satunya adalah keberadaan situs Watu Gajah di Tanjung, Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Situs tersebut masuk dalam rencana jalur tol.

”Para pekerja tidak ada yang berani membongkar Watu Gajah atau menimbunnya dengan tanah," kata Didik Prasetyo (21), warga Banjararum, Minggu (02/04). 

Para pekerja tidak berani membongkar Watu Gajah karena masyarakat setempat menganggap Watu Gajah tempat keramat yang memiliki aura mistis.

"Sejak dulu memang sudah dikeramatkan walaupun secara asal usul sampai saat ini masih misterius," ujar Didik kepada MalangTIMES (grup JatimTIMES Network).

Keramatnya Watu Gajah dibuktikan banyaknya warga yang mengunjunginya dengan berbagai tujuan. Mereka datang dengan melakukan ritual tertentu

Secara fisik, bentuk Watu Gajah sesuai dengan namanya. Ukurannya besar. Konon sebesar rumah walaupun sekarang tidak terlalu terlihat karena terkubur tanah. Di batu tersebut ada jejak kaki gajah, kuda dan anak bayi.

”Jejak kaki gajah sudah terlihat samar dikarenakan sering kena hujan dan panas," ungkap  Didik yang juga mengatakan jejak lainnya adalah jejak kaki kuda dan anak bayi.

Tasemo (73), sesepuh Desa Banjararum menambahkan, Watu Gajah merupakan salah satu tempat yang dikeramatkan sejak dulu.

Walaupun tidak diketahui asal-usul maupun sejarahnya. Warga sekitar maupun warga luar kota sering berziarah di sana. Mereka menganggapnya sebagai tempat bersejarah yang memiliki kekuatan mistik.

"Singosari ini banyak benda purbakala yang bersejarah. Watu Gajah diyakini kekuatannya walaupun belum diketahui sejarahnya," tandas  Tasemo. 

Keberadaan Watu Gajah dengan balutan mistis inilah yang membuat para pekerja pembangunan jalan tol Malang-Pandaan tidak berani sembarangan membongkarnya.

"Warga mengatakan ini tempat keramat. Jadi kami tidak bisa sembarangan bongkar. Takut juga kami," ujar seorang pekerja.

Akhirnya, lokasi Watu Gajah oleh para pekerja diberi tali pembatas mengelilingi lokasi sebagai penanda agar tidak dibongkar maupun ditimbun tanah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai 2017 ini mulai mengerjakan tol Malang-Pandaan. Menurut  data Pemprov Jatim, ruas tol Pandaan-Malang memiliki panjang 38,688 kilometer dan terbagi dalam tiga bagian.

Seksi I (Kabupaten Pasuruan) 16,613 kilometer, seksi II (Kabupaten Malang) 21,45 kilometer dan seksi III (Kota Malang) 0,625 kilometer. 

Tol Pandaan-Malang merupakan kelanjutan proyek jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,6 kilometer yang beroperasi sejak Juni 2015. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Yosi Arbianto
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com