Batu Berselawat: Raih Syafaat Rasul, Even Wisata dan Ajakan Belajar

Dari kiri-kanan: Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Wagub Jatim Syaifullah Yusuf, Habib Syech Bin Abd Qodir Assegaf, Gus Ali. (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Dari kiri-kanan: Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Wagub Jatim Syaifullah Yusuf, Habib Syech Bin Abd Qodir Assegaf, Gus Ali. (Foto: Muklas/BatuTIMES)

KOTA BATU-Pemkot Batu menggelar beragam even untuk menarik wisatawan. Salah satunya lewat acara selawat bertajuk Kota Batu Berselawat 2017, Kamis (27/04/2017) malam di Balaikota Among Tani.

Lewat acara pujian terhadap Rasulullah itu, pemerintahan pimpinan Wali Kota Eddy Rumpoko ini berharap Kota Apel makin dikenal. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

Di atas panggung yang dipenuhi kerlap-kerlip lampu dan hiasan bunga, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mengatakan, warga Batu patut berbangga diri. Warga Batu juga harus pintar, kreatif dan inovatif. Sebab zaman sudah maju dan tantangan semakin tinggi.

Meskipun berlatar belakang anak petani, harus ditanamkan dalam jiwa dan pikiran untuk tetap semangat belajar. Upaya tersebut agar nantinya pemimpin Kota Batu dari anak-anak Batu.

Untuk itu, mulai saat ini, arek Batu tidak boleh minder dan kecil hati. Sebab kota yang memiliki tiga kecamatan ini terus berkembang dan berusaha menata untuk jadi yang terdepan dan terbaik.

"Tanamkan dalam dada. Bahwa anak petani bisa jadi pemimpin. Untuk itu belajar yang giat dan ukir prestasi," saran Wali Kota Batu yang sudah menjabat dua periode ini.

Wali kota yang akrab disapa ER ini menegaskan, dulu Kota Batu belum dikenal dan belum apa-apa. Namun pemerintah terus berpikir untuk memajukan kota ini.

Maka seiring dengan zaman dibangunlah perkantoran terpadu. Agar pelayanan bisa meningkat dan memangkas waktu.

Untuk itu, balaikota yang berada di jalan Panglima Sudirman ini dikonsep untuk kepentingan masyarakat. Untuk pengajian, untuk aktivitas yang bermanfaat, sosial dan selawatan.

"Begitu juga tamannya bisa dimanfaatkan. Kalau rusak dibangun lagi dan ditata lebih bagus," terang Eddy disambut warga dengan gembira.

Tidak lupa, Eddy mendoakan warga dan wisatawan untuk terhindar dari penyakit dan rasa dengki serta iri. Selain itu juga dijauhkan dari bencana. Agar warga dan generasi bisa menjalani hidup dengan normal dan bersekolah dengan baik.

"Raih prestasi. Ukir kebaikan dan jauhkan sifat dengki dan bermusuhan," tegas Eddy.

Sementara itu, Habib Syech Bin Abd Qodir Assegaf mengatakan, dengan perkembangan Kota Batu yang pesat, perlu didukung dengan kemampuan generasi yang cerdas dan mumpuni.

Untuk itu, Habib asal Solo ini mendoakan generasi pintar dan bisa mencontoh wali kota yang mau menata warga dan petani.

"Saya doakan Kota Batu maju. Pak Wali panjang umur. Dan semua hajat baik warga, polisi dan TNI dikabulkan," kata Habib di sela-sela selawatan yang juga diamini Gus Ali.

Selain itu, ia berdoa agar pemerintah mendatang juga bisa membawa Kota Wisata ini lebih baik dan mengharumkan di kancah nasional.

Masih di tempat yang sama Sinal Abidin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu menambahkan, pemerintah tidak henti-hentinya untuk menarik wisatawan.

Salah satunya dengan mengadakan selawat di depan kantor terpadu Among Tani. Dengan harapan warga dan wisatawan tahu akan objek wisata anyar di Kota Apel.

"Selawat ini dalam rangka mengenalkan distinasi objek wisata Balaikota Among Tani. Agar dikenal dan layak dikunjungi. Dan ini terbuka bagi umum," tegas Sinal kepada BatuTIMES di sela-sela menyambut para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir.

 

Ia menambahkan, data kunjungan di 2016 ada sebanyak 3,9 juta wisatawan. Untuk itu, pihaknya punya gawe besar dengan meningkatkan kunjungan wisatawan pada 2017 mencapai 4,2 juta wisatawan.

"Kunjungan harus ditingkatkan. Dan selawat ini akan jadi agenda tahunan," imbuh mantan Kabag Humas Pemkot Batu ini.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf. Ia sempat memberikan dorongan kepada warga Batu dan mengaku kagum akan kemajuan Kota Batu.

Ia juga mengatakan, Jawa Timur dibangun dan dibentengi dengan zikir dan selawat. Upaya tersebut agar warga tetap damai dan aman sentosa.

"Dan kami yang duduk di pemerintahan ini besar hati. Karena warga mau menambah pendidikan karakter mencontoh Nabi Muhammad dalam kumpulan selawat yang dilantunkan ini," kata Saifullah Yusuf yang diberi waktu untuk sambutan.

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini menegskan, warga perlu dididik lewat pendidikan non formal selain pendidikan formal.

Sebab dalam kisah-kisah selawat banyak pelajaran yang diambil dari Nabi Muhammad. Seperti berkarakter dan tangguh. Lalu bisa menumbuhkan benih-benih cinta, sopan serta disiplin.

"Tentu juga kerja keras dan harus belajar yang benar. Demi untuk memajukan desa dan Jawa Timur serta Indonesia," tegas Syaiful di atas panggung.

Dalam acara tersebut yang hadir tidak hanya dari Malang Raya saja. Namun, juga ada yang dari luar kota seperti Gresik, Lamongan, Madura, Tulungagung, dan Trenggalek. Lalu juga dari Ngawi, serta Ngajuk. Acara berjalan aman dan tertib. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com