Bukit Jamur Gresik, Wisata Bekas Galian C yang Eksotis dan Menawan

Lokasi wisata Bukit Jamur yang ada di Dusun Bungah Desa Bungah Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Lokasi wisata Bukit Jamur yang ada di Dusun Bungah Desa Bungah Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. (Foto: Muklas/BatuTIMES)

GRESIK -  Bukit Jamur menjadi destinasi wisata anyar di Kabupaten Gresik. Lokasinya di Dusun Bungah Desa Bungah Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Lokasi bukit jamur ini tidak jauh dari Jalan Raya Daendles (jalur Pantura).

Dari cerita warga setempat ataskunjungan BatuTIMES ke lokasi, (mushroom rock) alias bukit jamur dulunya adalah lokasi bekas galian C. Luas wilayahnya kurang lebih 150 hektar.

Tanahnya dulu untuk menguruk tempat-tempat lain yang butuh pemadatan. Misalnya fondasi rumah, gudang ataupun proyek lain.

Lantaran di atas tanah terdapat batu berukuran besar dan keras, maka para penggali membiarkan batu itu. Mereka memilih menggali tanah dan pasir yang ada di sebelahnya yang mudah diangkut. Hamparan itu memang strukturnya tanah bebatuan.

Ketika tanah di sekitarnya digali dan tanah di bawah batu tidak digali, maka terbentuklah gundukan tanah dengan batu besar di atasnya. Bentuk itu mirip batang jamur dengan batu sebagai payungnya.

Walhasil di wilayah tersebut jadi magnet tersendiri. Lambat laun semakin banyak warga sekitar dan wisatawan penasaran untuk melihat fenomena alam nan indah tersebut.

Muhammad Juhri, seorang penjaga pintu masuk menuju Bukit Jamur mengisahkan, pada 2003 pihak pengelola melakukan penggalian di sekitar wilayah itu. Sebab, tanahnya dijual untuk pengurukan bagi yang membutuhkan.

Dan batu-batu yang ada menyisakan batang-batang tanah yang di atasnya diduduki batu padat. Laksana jamur tumbuh dan terasa alami.

"Tanahnya dulu rata, lalu dibego (digali dengan alat berat). Buat urug-urug (buat pemadatan). Akhirnya berundak seperti tumbuh jamur-jamur," kata pria yang tinggal di Desa Gumeno ini kepada BatuTIMES.

Pria yang dikarunia tiga anak ini menambahkan karena tempatnya bagus dan menawan, warga setempat dan wisatawan luar daerah berdatangan. Seperti dari Nganjuk, Sidoarjo, Surabaya, Malang dan Madura.

"Kalau hari Minggu sangat ramai. Wisatawan mencapai 7 ribu hingga 10 ribu. Uang karcis diberikan ke desa setempat," kata kakek yang dikarunia empat cucu ini.

Masih di tempat yang sama, Machfiatul Khasanah seorang wisatawan mengatakan sangat takjub dengan keberadaan destinasi baru di lokasi Bungah.

Sebab objek wisata tersebut murah. Selain itu juga menampakkan kemolekan alam yang asri. Dan menjadi daya tarik banyak warga serta wisatawan lain untuk berdatangan ke lokasi tersebut.

"Karena background-nya bagus, jadi kami ambil untuk hunting foto sama teman-teman dan berselfi," kata gadis yang berasal dari Desa Morobakung Kecamatan Manyar di sela-sela mengambil foto bersama rekan-rekanya. Penasaran?. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->