Saingi Karangploso, Pasar Sayur Kota Batu Dirombak Jadi Rest Area

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko saat peletakan batu pertama revitalisasi pasar sayur Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko saat peletakan batu pertama revitalisasi pasar sayur Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Upaya pemerintah merevitalisasi Pasar Besar Kota Batu akhirnya terealisasi. Untuk tahap pertama, pembangunan dilakukan di area pasar sayur Kota Batu. Peletakkan batu pertama dilakukan Kamis (13/7/2017).

Dalam tahap awal ini, pembangunan dilakukan di area dengan luas kurang lebih 5 ribu meter.

Rencananya pasar sayur ini konsepnya dibangun satu lantai. Dalam satu lantai itu  ada fasilitas kios pedagang dengan ukuran 3x5 meter sebanyak 40 unit. Lalu kios pedagang sayur dengan ukuran 3x3 meter sejumlah 96. Dengan demikian totalnya 136 unit kios.

Lalu disediakan delapan toilet umum dan hydran untuk penanganan bahaya kebakaran. Pembangunan pasar sayur itu menelan dana sebesar Rp 9 miliar.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Sinal Abidin menjelaskan pasar sayur memiliki masa kejayaan sekitar tahun 90-an. Namun sejak beberapa tahun terakhir kondisi pasar sayur tidak terawat dan cukup memprihatinkan.

Hingga saat ini tercatat yang tergabung dalam paguyuban pasar sayur sejumlah 304. Mereka merupakan pedagang sayur dari berbagai komoditas. Antara lain kentang, kol, wortel, sawi, bawang merah, bawang putih

"Dari total 304 pedagang itu, yang setia bertahan masih jualan hanya 80 pedagang," kata Sinal.

Dengan adanya revitalisasi pasar sayur ini, pihaknya berharap pasar kembali bangkit seperti masa kejayaan pada saat itu.

Luasan pasar besar Kota Batu ini totalnya 44.525 meter persegi. Dibandingkan dengan pasar lain, ternyata luas pasar Kota Batu terluas di Malang Raya.

Dengan lahan yang luas itu, seharusnya tidak hanya dilakukan perubahan pada kios. Tapi juga layak dijadikan lahan rest area. Sebab lokasinya cukup luas.

"Nantinya pasar ini juga akan jadi ikon Kota Batu juga, seperti Alun-Alun dan Balaikota Among Tani," tambahnya.

Pembangunan yang dijadwalkan selesai pada awal bulan Desember 2017 ini diprioritaskan pada pedagang KTP Kota Batu.

”Dengan dibukanya lahan untuk rest area nanti, otomatis akan jadi tempat singgah bus pariwisata. Otomatis wisatawan akan banyak yang datang untuk belanja, sehingga para wisatawan itu tidak perlu lagi belanja di Pasar Mantung Pujon atau Karangploso," jelas mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu.

Rasa senang dengan pembangunan pasar itu tercurahkan salah seorang pedagang sayur yakni Khusnul Khotimah.

Dengan adanya pembangunan pasar dan kios gratis ini, para pedagang bersyukur tidak terbebani. Pasar akan terlihat lebih bersih dan mampu mendatangkan wisatawan.

"Senang yang pastinya setelah sekian lama akan ada perubahan. Berharap wisatawan bisa datang kesini gak perlu lagi ke pasar Mantung atau Karangploso," ungkap Khusnul kepada Batu TIMES.

Sementara itu, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mengatakan Pasar Besar Batu nantinya akan menjadi ikon layaknya Alun-Alun dan Balaikota Among Tani. Yang harapannya untuk menyejahterakan rakyat.

"Saya inginnya pasar ini juga jadi ikon Kota Batu, wisatawan bisa datang berbondong-bondong beli sayur disini," jelas wali kota yang akrab disapa ER ini. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->