Samuel Rusdi, Setengah Abad Merawat Taman Wisata Selecta

Samuel Rusdi berpose dengan latar belakang kolam renang Selecta yang legendaris. (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Samuel Rusdi berpose dengan latar belakang kolam renang Selecta yang legendaris. (Foto: Muklas/BatuTIMES)

KOTA BATU - Siapa orang di balik penataan objek wisata Selecta selama ini? Di antara orang yang mengelola Selecta, ada nama Samuel Rusdi.

Lelaki yang hanya tamatan SD ini sudah menduduki direktur utama Selecta semenjak 2006. Atau sudah sebelas tahun Rusdi menahkodai taman wisata legendaris di Kota Batu ini.

Di tangan dinginya, Selecta menjadi jujukan wisata yang menyenangkan bagi keluarga. Selain itu, objek wisata alam ini tetap eksis di tengah munculnya puluhan wahana buatan di Kota Batu maupun kota lainnya.

"Kami buat senyaman mungkin bagi wisatawan yang berlibur. Ada hal yang tidak kami ubah, papan seluncur yang menjadi ikon Selecta," kata Rusdi, kepada BatuTIMES.

Rusdi tidak punya darah direktur atau pun sekolah tinggi di bidang bisnis objek wisata. Tapi, keahlian mengelola lokasi wisata diperoleh secara otodidak.

Ia mengaku tidak pernah terpikir untuk menduduki dan menjadi orang utama di jajaran manajeman Selecta. Dalam pandanganya, pembangunan dan kemajuan Selecta bak air mengalir seiring perkembangan zaman.

"Ya mengalir saja. Orang lebih banyak percaya sama saya. Tidak ada terlintas apa pun untuk jadi ini itu atau direktur," kata Rusdi yang lahir di Blitar  1951 ini.

Cita-cita tinggi itu memang tidak sempat hinggap di benaknya. Salah satu sebabnya adalah kehidupan Rusdi kecil boleh dibilang susah.

Saat ia masih berumur enam tahun, ayahnya, Karyorejo, meninggal dunia. Kemudian Rusdi kecil diasuh oleh Tumiyem, kakak kandung Mariyem (ibu Samuel Rusdi).

Ia harus diasuh bibinya karena Rusdi memiliki banyak saudara. Ia nomor empat dari sebelas bersaudara.

Usia enam tahn itu, ia diboyong oleh Tumiyem dari Blitar ke Tulungrejo, Batu. Ia pun dimasukkan ke sekolah dasar (sekolah rakyat) agar bisa menempuh pendidikan layaknya anak-anak pada umumnya.

Hari-harinya, ia jalani dengan keikhlasan dan disiplin. Sebelum berangkat sekolah, Rusdi berjualan pisang goreng di sekitar Hotel Selecta. Upaya tersebut untuk menyumbang pendapatan dan menyambung hidup keluarga Tumiyem.

"Sebelum pergi ke sekolah, berjualan dulu. Sebab, bibi Tumiyem penjual pisang goreng. Saya bantu berjualan," kata bapak yang dikarunia tiga anak ini.

Setamat sekolah rakyat (setingkat SD sekarang) kakek yang dikarunia tujuh cucu ini memutuskan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya. Sebab, ia tidak mau menjadi beban keluarga bibinya.

Rusdi memutuskan bekerja. Baginya, mencari sesuap nasi dari hasil keringat lebih baik daripada meminta-minta dari orang lain.  "Kondisi keuangan serba pas-pasan saat itu," kenangnya.

Di saat bersamaan pihak pengelola objek wisata Selecta membuka lowongan. Lantaran Rusdi hanya lulusan SR (saat ini SDN 1 Tulungrejo), maka ia pun diposisikan di bagian tukang taman. Tahun menunjukkan angka 1967 saat pertama kali ia bekerja.

Tugasnya sebagai tukang taman adalah merawat tanaman dan bunga. Agar taman terlihat bagus dan indah sehingga wisatawan dapat bersantai serta menghibur diri dengan menikmati beragam bunga.

Saban hari aktivitasnya membabat rumput, menyapu serta menyiram tumbuh-tumbuhan serta bunga.

"Tidak kecuali di semua perengan (tanah berbentuk tebing) . Kalau memotong bunga di atas mata tunas. Agar cepat tumbuh lagi," kata Rusdi.

Berganti tahun, Rusdi pun dipindah ke bagian roomboy pada 1969. Ia pun melakukan pekerjaan di pos baru itu dengan tetap bekerja keras dan tekun.

Tugasnya melayani semua tamu agar mau balik lagi ke hotel Selecta. Mulai membersihkan kamar penginapan serta mengepel dan melayani tamu. Juga membersihkan kamar mandi tamu agar layak dihuni kembali.

"Kalau hari minggu, cuci piring dan gelas di resto. Ya diperbantukan di sana," kenangnya.

Terkadang ia ditugaskan membersihkan tempat peristirahatan Presiden Sukarno. Sekarang villa Bung Karno itu diberi nama Bimashakti.

Nama itu pemberian Soekarno ketika berkontemplasi dan mengagas fondasi negara Indonesia di dalam ruangan itu.

"Nama Bimashakti itu pemberian Soekarno saat singgah di Kota Batu," kata suami Sulastin Sarah ini.

Setelah menjadi room boy, ia pun dipindah menjadi resepsionis pada 1978 hingga 1981. Paa 1982 ia menjadi petugas TU (tata usaha). Lalu pada 1986 menanjak jadi asisten manajer. Dan pada 1989 menjadi manajer hotel.

Hingga pada 2006 saat ada rapat umum pemegang saham (RUPS), Rusdi diangkat menjadi direktur utama.

Di sinilah kerja keras bertambah. Sebab, ia harus mengelola seluruh bagian Selecta. Yakni pada bagian hotel, restoran dan tempat rekreasi.

"Pada 2010 dicalonkan lagi. Pada 2015 diangkat langsung, hingga 2020 nanti. Itu hasil aklamasi," ujar lelaki yang punya pedoman: setia pada perkara kecil, Tuhan akan memberi tanggung jawab besar.

Dari perjalanan karirnya di Selecta hingga 2017 ini,  Rusdi sudah bekerja selama 50 tahun. Ia bekerja sejak 1967 hingga 2017.

Saking lamanya, baginya Selecta seperti rumah sendiri. Sebab, saban hari bekerja di sana. IA menganggap semua karyawan adalah keluarga.

Rusdi tidak pernah cangung untuk datang ke semua karyawan dan melakukan dialog di tengah-tengah mereka.

Upaya tersebut agar bisa memupuk seduluran dan mempererat persaudaraan di antara mereka.

"Membangun mental antar karyawan itu penting. Agar manajemen bisa berjalan baik," tegasnya.

Kini, Selecta dimiliki 1.110 orang pemegang saham. Mereka tersebar di nusantara. Para pemegang saham itu di antaranya ada di Malang Raya, Surabaya, dan Jogjakarta. Kemudian juga di Jakarta dan Bandung. Hingga ke Kalimantan serta Jambi.

Sekarang Selecta pun kian bersolek serta semakin bergeliat. Sebab, banyak hal yang menyenangkan seperti ditambah fasilitas sky bike, columbus, sepeda air dan gua macan.

Kemudian ada waterboom dan sinema 4D. Lalu taman seribu bunga serta kolam renang yang nyaman bagi keluarga. Perkembangan itu tak lain karena ada Rusdi di sana. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com