Hanya Rp 2000, Bisa Renang Sepuasnya di Kolam De Berran Pohkopek

Anak-anak sekitar desa bisa berenang sepuasnya di kolam air alami De Berran, Pohkopek, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Anak-anak sekitar desa bisa berenang sepuasnya di kolam air alami De Berran, Pohkopek, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Wisata kolam renang murah meriah hadir di tengah-tengah masyarakat Kota Batu. Namanya De Berran. Letaknya berada di Dusun Pohkopek Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, Kota Batu.

Untuk masuk dan berenang di kolam ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 2 ribu. Dengan tiket itu, pengunjung bisa berenang  sepuasnya. Wilayah kolam renang ini luasnya 2 ribu meter.

Dalam lahan tersebut terdapat tiga kolam dengan ukuran yang berbeda-beda. Kedalaman air ada yang 100 centimeter, 150 centimeter dan 80 centimeter. Satu kolam lebarnya beragam, mulai 50 sampai 200 meter persegi.

Kelebihan De Berran ini adalah airnya dari mata air. Sehingga ketiga kolam ini dialiri air dari mata air.

"Saya suka di sini, selain dekat dengan rumah, airnya dari sumber (mata air). Kalau libur bisa lama-lama disini dan gak perlu jauh-jauh ke kolam renang lainnya," ungkap Diva Ardova pelajar SMP Ma'arif kepada BatuTIMES.

Ada relief harimau dan pohon mangga yang terletak di area pemandian. Kenapa harimau dan mangga? alasannya karena harimaua dan mangga ini terkait nama Dusun Pohkopek. Nama Poh diambil dari pohon poh (mangga), dan kopek (kepek) susu harimau.

Tujuan pembangunan kolam renang ini adalah menampung permintaan masyarakat sekitar. Sekaligus untuk meningkatkan potensi wisata desa.

"Kebetulan anak-anak di daerah sini suka berenang dan ingin ada kolam renangnya dengan harga yang murah meriah," kata Sugiono, pengelola De Berran.

Tentang nama Berran, memiliki arti lokasi tanah yang banyak mengandung unsur bebatuan, kerikil, pasir dan lumpur.

Lokasi tersebut sejak lama sudah terdapat mata air (jawa : sumber). Sumber air  tersebut pada zaman dulu banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan minum, mandi, dan mencuci.

Tanah di De Berran walau banyak mengandung air namun tidak seproduktif tanah pertanian umumnya.

Tanah tersebut saat itu hanya cocok untuk tanaman sayur selada air, pisang raja dan  pisang klutuk. Selebihnya tanaman lain tidak begitu bagus. Karena itu De Berran akhirnya dibuat untuk tempat pemandian.

Nantinya, tempat wisata ini akan dikelola dan dikembangkan desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes). Pembangunan De Berran dilakukan dengan menggunakan dana swadaya desa.

"Pembangunan pemandian ini prosesnya masih 40 persen. Dananya dari swadaya. Wisata ini dibuka sejak bulan Juli 2017," kata Sugiono. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com