Siswa SMA-SMK se Jatim Adu Kreativitas Olah Makanan Khas di Museum Angkut Batu

Narendi Putri Rakeswari (kiri) siswa SMAN 1 Batu menunjukkan karya mereka dalam grand final Transfoodmastion 2017 di Pasar Apung, Sabtu (9/9/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Narendi Putri Rakeswari (kiri) siswa SMAN 1 Batu menunjukkan karya mereka dalam grand final Transfoodmastion 2017 di Pasar Apung, Sabtu (9/9/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Sebanyak 10 kelompok dari berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur adu kreativitas membuat makanan yang bermanfaat untuk kesehatan.

Mereka adu kreativitas dalam grand final Transfoodmastion 2017 yang digelar oleh Museum Angkut dan Akademi Analis Farmas dan Makanan (Akarfarma) di Pasar Apung.

Banyak dari mereka mengolah bahan dari ketela pohon, ketela rambat, kulit buah mangga, kulit jeruk, buah apel dan berbagai macam bahan lainnya. Bahkan ada juga yang membuat makanan dengan bahan daun kelor menjadi makanan puding.

Karya makanan ini dibuat oleh pelajar SMAN 1 Batu yang diberi nama delicious puding antioksidan. Bahan utama selain kelor adalah labu kuning dan buah.

"Kami membuat tiga bahan utama ini karena di Batu banyak sekali. Tapi jarang masyarakat mengolah tiga bahan tersebut," ungkap Narendi Putri Rakeswari, siswa SMAN 1 Batu.

Terkebih daun kelor yang menurut mereka banyak mengandung kalium lebih rendah dan mengandung zat besi lebih tinggi sehingga bagus jika dikonsumsi rutin. 

Dauh kelor itu juga mengandung antioksidan untuk menyangkal radikal bebas agar tidak mudah terserang penyakit. Bahan tersebut diolah menjadi puding karena banyak digemari masyarakat.

"Pemilihan daun kelor selain mudah didapat masyarakat juga bagus dikonsumsi karena bagus untuk kesehatan," tambah siswi kelas X ini kepada BatuTIMES.

Kegiatan lomba kreasi cipta bahan pangan lokal juga dimanfaatkan dengan maksimal oleh peserta yang disampaikan lewat presentasi. Mereka presentasi dengan berbagai cara yang unik mulai dari teater hingga nyanyian supaya tidak jenuh.

Sementara itu, Direktur Akarfarna Misgiati menjelaskan yang mengikuti lomba tersebut ada 25 sekolah di Jawa Timur.

"Semua peserta sudah memberikan yang terbaik. Banyak sesuatu yang baru tidak terfikirkan seperti daun kelor  yang ternyata banyak manfaatnya untuk kesehatan," ungkap Misgi.

Menurutnya meski perlombaan digelar setingkat SMA dan SMK namun kualitas yang disajikan layaknya di perguruan tinggi.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Angga Lanuma
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com