Ternyata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso Pernah Jadi Kernet dan Tukang Parkir

Wakil Wali Kota Batu Punjul saat berada di ruang kerjanya, di Lantai 4 Balaikota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul saat berada di ruang kerjanya, di Lantai 4 Balaikota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

 Siapa sangka di balik sosok Wakil Wali Kota Batu Punjul Ir H. Punjul Santoso, MM, sederet pekerjaan serabutan pernah dilakoninya, mulai dari tukang parkir sampai kernet.

Tak hanya itu, keterbatasan ekonomi juga membuatnya tinggal nomaden di sejumlah tempat. Namun baginya hidup keras bukanlah hal baru baginya, karena sejak kecil ia memang sudah ditempa dengan kondisi yang serba keras. Bahkan ia sudah mencicipi menjadi tukang parkir sejak duduk di bangku SMP.

"Saat itu saya penasaran sama teman saya, saat itu alun-alun masih pasar. Kok, ia cuman menunggu mobil saja bisa dapat uang," ungkap pria yang tinggal di Jalan Diponegoro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu ini.

Di sela-sela menjadi tukang parkir ia juga membagi waktunya untuk pekerjaan lain. Hal tersebut dilakoninya karena sebagai anak yang terlahir dari keluarga sederhana dan ekonomi pas-pasan, Punjul harus ikut berjuang menghidupi keluarganya.

"Waktu itu satu kali parkir dapat Rp 2,5 tahun 1975. Uang kerja itu untuk menambah uang jajan, buat beli kebutuhan sekolah. Maklum keluarga pas-pasan waktu itu," imbuh pria yang juga terpilih tahun 2017-2022 mendatang ini kepada BatuTIMES.

Bahkan saat itu Punjul yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Malang rela menjadi kernet. 

"Setiap hari saya jadi kernet kalau mau berangkat dan pulang. Kebetulan teman banyak supaya gak bayar, ya timbal baliknya," kata Suami dari Wibi Asri Fianti.

Di sela-sela kesibukannya bekerja dan mahasiswa Punjul bergabung dalam sejumlah organisasi ekstra kampus. Ia pernah aktif di PMII, HMI, dan GMNI. Akibat terlalu aktif berorganisasi, Punjul mengaku nyaris drop out.

Saat itu, bukan hal yang mudah bagi Punjul untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu. Sebab sebagai anak yang terlahir dari keluarga sederhana dan ekonomi pas-pasan, Punjul harus ikut berjuang menghidupi keluarganya.

Sampai saat ini, Punjul adalah kader PDI Perjuangan yang turut memajukan Kota Batu. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Punjul kecil tertarik berorganisasi dan sudah bersinggungan dengan dunia politik.

Putra ke-2 dari delapan bersaudara pasangan Sunardjo-Raminten ini mulai menyukai dunia organisasi berkat ayahnya. Kala itu, ayahnya menjabat Ketua PNI Kecamatan Batu. Ayahnya pernah pula menjadi Bendahara DPC PDI Kabupaten Malang. Sang ayah sering mengajaknya terlibat dalam kegiatan kampanye ataupun rapat organisasi.

Kegiatan berpolitiknya dimulai saat ia masuk ke jenjang perguruan tinggi pada tahun 1982. Punjul kuliah di Universitas Islam Malang di Jurusan Peternakan.

Berdemokrasi secara sembunyi-sembunyi ia lakukan pada masa Orde Baru saat menjadi pengurus Korcam PDI (sekarang PAC) Kecamatan Batu.

Kemudian pada tahun 1999, dalam pemilu legislatif 1999, Punjul terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Malang (dapil Pujon, Ngantang, Kasembon, Dau dan Batu periode 1999-2004). Selanjutnya selama dua periode berturut-turut, alumnus SMAN 1 Batu ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Batu.

Punjul kala menjabat wakil ketua DPRD sering meredakan demonstran yang menyerbu kantor dewan. Misalnya demonstrasi rehabilitasi masjid An Nuur Batu dan demonstrasi pembangunan BNS Kota Batu.

Pengalaman organisasinya beragam mulai dari Ketua PMI Kota Batu (2014-2019), Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Batu (2014-2019) menjabat Ketua Badan Amil Zakat Kota Batu (2014-2019), dan PA GMNI (2007- sekarang).

Ia juga pernah menerima penghargaan LVRI (Legium Veteran Republik Indonesia) tahun 2015. Itu menjadi bukti kepeduliannya terhadap veteran pejuang sejarah kemerdekaan RI.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->