Kripik Singkong Rasa Pecel dan Rendang Milik Inul Ramaikan Pasar Oleh-oleh di Eco Green Park

Inul saat menunjukkan produk singkong yang diolah menjadi kripik diberi nama Snack Inul di Eco Green Park, Minggu (8/10/3017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES).
Inul saat menunjukkan produk singkong yang diolah menjadi kripik diberi nama Snack Inul di Eco Green Park, Minggu (8/10/3017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES).

Satu lagi, produk makanan ringan milik artis masuk di Kota Batu. Kali ini makanan ringan milik penyanyi dangdut Inul Daratista baru saja di launching di Exo Green Park, Minggu (8/10/2017).

Namanya Snack Inul. Makanan ringan ini siap menggoyangkan lidah wisatawan yang berkunjung di Eco Green Park dan Jawa Timur Park 2.

Makanan ringan ini berbahan dasar singkong. Diolah menjadi kripik singkong dengan menyajikan enam varian rasa. 

Yang membedakan dengan kripik singkong lainnya, terletak pada varian rasa. Antara lain pecel, rendang, original, cabe hijau, balado, barbeque dan original. Kemudian cara penyajian diolah dengan hegienis dengan bahan berkualitas. 

“Walaupun banyak kripik singkong di sana, yang jelas punya saya diolah dengan bahan berkualitas dan hegienis. Kemudian unggul dari segi varian rasanya,” ungkap Inul.

Ia menjelaskan bahan dasar singkong ini diambil karena ingin mengangkat makanan tradisional kuliner khas Jawa Timur agar mendunia. Terlebih bahan dari singkong ini diambil dari Area Jawa Timur. 

“Kenapa singkong, ya karena ingin mengangkat kuliner Jawa Timur. Apalagi umbu-umbiannya di sini banyak, sekaligus mengkaryakan hasil karya wong ndeso (orang desa),” terang ibu yang dikaruniai satu anak ini.

Makanan tradisional ini bisa dijangkau oleh masyarakat mulai menengah bawah hingga atas. Adanya produk ini akan membuka lapangan kerja untuk masyarakat. 

“Karena saya juga ingin membantu masyarakat dalam memberikan lapangan pekerjaan. Dengan seperti ini secara tidak langsung membuka peluang kerja baru di masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Inul juga membutuhkan proses yang cukup lama untuk memberikan varian rasa pada kripik buatannya.

Untuk urusan ini Inul mengaku mencari sendiri rasa yang sesuai dengan lidah orang Indonesia. Misalnya saja varian rasa pecel, ia membutuhkan waktu tiga bulan untuk mengetes bumbunya.

“Bumbu pecelnya saya buat sendiri. Saya nyoba rasa asin dan sebagainya selama tiga bulan,” katanya.

Inul food nantinya tidak hanya memproduksi singkong saja tapi juga umbi-umbian lainnya. Diolah dengan varian yang berbeda-beda dengan harga yang terjangkau.

“Yang pasti meskipun bahan dasarnya sama tapi kita punya rasa yang berbeda,” jelas istri Adam Suseno ini.

Inul memilih Eco Green Park menjadi tempat launching karena tempat wisata ini banyak dikunjungi wisatawan sehingga produknya lebih banyak dikenal dan terjual maksimal.

Sementara itu, Sri Untari  salah satu pengunjung mengatakan, rasa kripik Snack Inul memang berbeda.

Dari segi rasa varian pecel dan rendang jarang ada di pasaran. Ini sangat menarik untuk dicicipi. Kemudia ia juga sudah mencoba rasa cabe hijau. Menurutnya rasa kripik  produksi Inul ini gurih dan pedas sesuai dengan nama variannya.

“Enak... enak..., kebetulan sudah coba cabe hijau dan original. Memang beda dari yang lain. Varian rasanya sangat menarik, Harga juga terjangkau,” kata Untari.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com