Permainan Anak Jangan Dikelaminkan

Wiwiek Joewono, pemateri sarasehan Komunitas Ibu Sregep Sinau (KISS) Kota Batu menjelaskan tentang pentingnya kedua orang tua ikut bermain dengan anak. (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Wiwiek Joewono, pemateri sarasehan Komunitas Ibu Sregep Sinau (KISS) Kota Batu menjelaskan tentang pentingnya kedua orang tua ikut bermain dengan anak. (Foto: Muklas/BatuTIMES)

KOTA BATU - Menyelami dunia anak harus dilakukan oleh kedua orang tua. Upaya tersebut agar anak tumbuh kepercayaan diri dan menjadikan generasi tangguh, ulet dan inovatif sejak dini.

Jangan membiarkan anak kurang bermain dengan ayahnya dan ibunya. Utamanya ayah, perannya sangat penting dalam keluarga," kata Wiwiek Joewono, pemateri sarasehan Komunitas Ibu Sregep Sinau (KISS) Kota Batu.

Wiwiek menjabarkan, untuk menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif tentu peran orang tua sangat penting.

Caranya orang tua wajib meluangkan waktu bermain bersama anak. Orang tua harus hidup di tengah-tengah mereka. Orang tua bisa menggali potensi dan larut di kehidupan si anak.

Bila ibu menilai ayah tidak pernah bermain dengan anak, ibu bisa membujuk ayah. Buat permainan yang menyenangkan.

Hal yang perlu diketahui, permainan itu jangan di-gender-an (dibedakan sesuai jenis kelamin). Jangan mengkotak-kotakkan ini permainan laki-laki dan itu permainan perempuan.

Misalnya tidak harus ayah yang mengajari anak memanjat pohon. Tidak harus ibu yang mengajari anak-anak memasak. Bisa kedua orang tua ikut terlibat dan larut dalam apapun jenis permainannya.

"Saat kita dikarunia buah hati, saat itu juga kita ditakdirkan menjadi malaikat bagi si kecil," beber perempuan berkerudung ini.

Sementara itu, Muhamad Nafi' Udin pemateri lain menambahkan, sepatutnya permainan anak-anak tidak harus mahal. Di lingkungan rumah banyak dijumpai ide permainan.

Yang penting, kata Nafi, permainan itu tidak membahayakan fisik dan psikologis anak. Buat anak senyaman mungkin. Juga upayakan rileks dan buat pola permainan yang edukatif.

"Mari kita bermain dengan anak dengan yang sederhana dan berani menyelami dunia anak. Agar anak kelak kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri," pungkas Nafi. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com