Karya Pelukis Otodidak Dipamerkan di Galeri Raos Batu

Beberapa karya lukisan Muhammad Imran di Galeri Raos Batu. (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Beberapa karya lukisan Muhammad Imran di Galeri Raos Batu. (Foto: Muklas/BatuTIMES)

KOTA BATU - Pameran tunggal karya-karya pelukis otodidak bertajuk Resurrection berlangsung di Galeri Raos Kota Batu, 07-14 Oktober 2017.

Ada sebanyak 18 karya yang bisa dinikmati wisatawan dan pengunjung. Karya-karya tersebut hasil solo sang pelukis, Muhammad Imran.

Ia unjuk kebolehan dengan menuangkan isi hatinya di atas kanvas untuk dipertontonkan kepada masyarakat luas.

Muhammad Imran aktif sebagai HRS (Human Resource Service) semacam HRD di sebuah perusahaan ternama.

Namun, tamatan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang ini bisa kontinu dan sabar melukis isi hatinya. Baginya, seni adalah cerminan hati dan pemikiran.

Salah satu tarian kuas tersebut diberi judul Karakter. Hasil karya berukuran 160x130 centimeter ini menampakkan kurang lebih 19 wajah manusia.

Ia ingin menyampaikan dalam kehidupan nyata, ada keterbalikan dan kemunafikan manuia yang banyak dijumpai di lingkungan.

"Hati kita menangis tapi, mulut kita tersenyum. Sebab ada korban yang harus dikambinghitamkan sebagai tumbal," kata suami dari Yufita Nasiatul ini berironi.

Imron menjelaskan, fenomena mengkorbankan pihak lain itu terjadi dimanapun dan kapan pun. Baik di dunia politik, kekuasaan, sekolah hingga di perusahaan bonafit.

Dengan lukisan, ia ingin roda kehidupan, roda perekonomian dan kehidupan melebur menjadi satu. Bersatu, bergotong royong untuk menjadi merdeka dan bangkit bersama.

Ia menilai semua membutuhkan kerukunan dan keguyuban serta tolong-menolong.

"Tujuan agar bermanfaat, bisa berbuat baik dan berpikir positif serta mendoakan alam. Sebab, titik temu semua bermuara pada Tuhan," kata pria tamatan SMA Negeri 6  Malang yang kini dikarunia 2 anak.

Karya otodidak itu juga dijual mulai Rp 30 juta hingga mencapai Rp 100 juta. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->