Pada Kamis Kliwon, Warga Dadaptulis Ternyata Rutin Melakukan Ini

Salah satu peserta membuat serabi yang diolah dengan modern dengan berbagai macam rasa di di balai RW, Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kamis (12/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu peserta membuat serabi yang diolah dengan modern dengan berbagai macam rasa di di balai RW, Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kamis (12/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Festival Serabi Suro menjadi salah satu cara merayakan Suro yang jatuh pada Kamis Kliwon di Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kamis (12/11/2017).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu cara melestarikan budaya yang sudah lama dilakukan di daerah tersebut.

Terlebih serabi merupakan salah satu simbol yang selalu ada saat selamatan di dusunnya. Masing-masung RW yang ada di Dusun Dadaptulis ini memasak serabi langsung di lokasi di balai RW, Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo.

Di sana para ibu-ibu tidak hanya sekadar memasak. Ternyata juga dilombakan kreasinya. Diketahui serabi memang makanan khas tardisional namun dikemas dengan modern. Hal ini terlihat dari hiasan yang ada di atasnya.

Bahan baku yang digunakan terdiri dari tepung beras, tepung terigu santan dan garam Lalu diberi rasa cokelat, keju, nangka, kacang dan kelapa. Bahkan ada juga yang dicampur dengan  tumis tempe dan kuah santan yang dipadu dengan gula merah.

“Senang di desa kami ada khasnya festival serabi. Supaya makanan tradisional ini tidak punah di tengah era modern,” ungkap Rofiqoh salah satu peserta kepada BatuTIMES.

Sementara itu, Ketua RW 06 Dusun Dadaptulis Imam Suwandi, menjelaskan alasannya menggelar festival serabi ini, karena dulu makanan ini mudah dicari dengan harga terjangkau.

Namun seiring perkembangan zaman, makanan ini mulai tidak banyak yang melirik. Hanya pada acara tertentu saja jajanan ini muncul.

Karena itu,  even ini digelar agar serabi tidak punah dan tetap dikenal banyak orang. ”Supaya peninggalan ini tidak terkikis oleh perkembangan zaman," jelas Imam.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com