Coban Kasinan Hasil Babat Alas, Destinasi Wisata Baru di Batu

Pemandangan Coban Kasinan di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, yang saat ini sudah tertata rapi. (Foto: istimewa)
Pemandangan Coban Kasinan di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, yang saat ini sudah tertata rapi. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Bermula dari keresahan karena alas yang tidak terurus, pemuda yang menamakan Kaum Sadar Alas membuka akses sebuah coban di lembah Gunung Panderman Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Nama coban tersebut adalah Coban Kasinan karena areanya berada di alas kasinan yang bisa di tempuh melalui Dusun Toyomerto dan Srebet

Sebelumnya area coban ini tidak terurus. Banyak pohon dan bambu tumbang di situ. Padahal di area tersebut terdapat muara sumber mata air Desa  Pesanggrahan. 

“Semua ini berawal dari keresahan kami. Kemudian teman-teman yang saat ini namanya Kaum Sadar Alas dari daerah sekitar itu mulai babat alas,” ungkap Muhammad Hasan Abdillah, ketua kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Karena tak terurus, petani mulai kehabisan aliran air untuk irigasi pertanian dan konsumsi minum mandi dan sebagainya. “Semakin berkurang, namun saat itu gak-gak banyak orang mau datang ke sana karena memang kondisi sangat buruklah,” kata Hasan, Kamis (26/10/2017).

Kemudian anak muda dari Kaum Sadar Alas yang terdiri pemuda ini mulai melakukan kerja bakti babat alas coban. Tepatnya pada bulan Mei 2017 silam. Kurang lebih yang melakukan babat alas ini ada 40 orang. 

“Alasnya saat itu tertutup. Kemudian bulan Mei 2017 kami mulai gerak. Sekarang sudah terlihat lagi,” ujar pria yang juga sekretaris Kaum Sadar Alas ini.

Menurut Hasan, adanya kegiatan tersebut semata mata untuk melakukan konservasi hutan. Ya, agar kondisi alas kasinan  yang juga terdapat sumber mata air dan coban ini bisa terjaga dan terawat. "Ini kami lakukan semata-mata bentuk kepedualian kami. Air yang kami konsumsi juga dari sana. Kalau tidak dijaga lalu selanjutnya apa yang akan terjadi,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Saat ini setiap harinya Kaum Sadar Alas hingga  masyarakat mengunjungi alas ini. Selain itu, di alas kasinan ini selain terdapat tiga coban. Coban tertinggi diberi nama coban kasinan, kemudian coban tengan dengan ketinggian 10-15 meter. Dan coban terpendek belum diberi nama. Kemudian mereka juga menbuat taman di area alas Kasinan tersebut.

Selain itu warga sekitar juga inisiatif untuk mengaliri listrik dengan membuat kincir air menggunakan bahan bekas sebagai penerangan lampu disebut micro hydro. “Kami akan terus bergerak untuk lingkungan. Karena itu pada akhir tahun nanti akan menanam pohon di area alas Kasinan,” kata Hasan. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com