Rider Papan Atas Mancanegara Ikut Panaskan Indonesia Downhill Klemuk Batu

Rider harus melewati lintasan ekstrim dalam Indonesia Downhill seri 5 di Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Sabtu (4/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Rider harus melewati lintasan ekstrim dalam Indonesia Downhill seri 5 di Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Sabtu (4/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU – Kota Batu menjadi tuan rumah dari seri terakhir Indonesia Downhill 2017 di Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, 4-5 November 2017. Beberapa rider papan atas mancanegara juga ikut panaskan yang digelar di lintasan terekstrim di Indonesia ini.

Rider-rider mancanegera itu diantaranya dari Jepang, Singapuran, Cheko, Thailand, Jerman, dan Amerika. Sedikitnya ada 232 rider yang berjuang dalam lintasan di Klemuk ini. Di seri ke 5 ini rider harus berjuang lebih ekstra, sebab di Bukit Klemuk ini lintasnya sangat ekstrim dari beberapa lintasan di Indonesia.

Untuk kali ini lintasan yang harus dilewati rider sepanjang 1,7 kilometer dengan rintangan yang cukup ekstrim. Ya, rider harus berhasil melewati jalur dengan kemiringan yang cukup terjal, berkelok, turunan dan sebagainya. Karena itu, dari beberapa atlet yang mengikuti seri ini banyak yang harus jatuh dari sepedanya.

“Lintasan seri akhir ini memang dikatakan terekstrim dari seluruh lintasan yang ada di Indonesia. Rider harus pintar mengahafal jalurnya, supaya aman,” ungkap Satria Wibawa, Founder Indonesia Downhill 2017.

Menurutnya, karakter lintasan di Kota Batu ini cukup menantang. Sehingga banyak dari mereka terutama dari rider mancanegara tertarik untuk mengikuti seri terakhir ini. “Dari sini juga banyak terciptanya rider-rider berprestasi,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Beberapa kelas yang dilombakan yakni Elit A dan B, Sport A dan B, Woman Elit, Women Open, Junior, Youth, Master Expert A dan B, dan Master A, B, C, D dan E.

Sementara itu, atlet dari Kota Batu yang turun dalam seri ini ada Abidin Muhaimin, Muhammad Nizar Sugianto, Chris Dian mardianto, Saputra Yogi Pratama, Purnomo, dan Hildan Afosma Katana. Mereka yakin dalam seri ini bisa menjadi juara dan mendapatkan bayak poin. Sebab dengan lintasan baru ini, sebelumnya mereka berupaya untuk menghafal medannya.

“Karena lintasan yang kali ini lebih sulit. Sudah ekstrim, sulit juga tapi kami berusaha menghafal dan beradaptasi,” ungkap Nizar. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga Lanuma
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com