Cabuk Hitam Membandel, Panen Pepino Tak Maksimal

Buah pepino di area lahan persawahan Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kamis (9/11/2017). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Buah pepino di area lahan persawahan Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kamis (9/11/2017). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

BATUTIMES – Salah satu hama cabuk hitam sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman buah pepino. Seperti di lahan milik Ngatiani di persawahan Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kamis (9/11/2017).

Umar mengaku jika setiap kali menanam tanaman pepino ini kendala utamanya adalah cabuk hitam. Cabuk hitam ini akan menyerang pada daun buah pepino. Jika tidak teratasi cabuk ini akan memenuhi daun, sehingga daun akan berwarna hitam.

“Mengatasi masalah cabuk hitam ini sangat susah. Sudah diberi obat tapi gak mempan, lalu kami juga sudah melakukan perawatan yang inten,” ungkap Ngatiani saat ditemui di lahannya.

Saat cabuk hitam ini menguasai daun, mengakibatkan pertumbuhannya terhambat dan daun layu. Sehingga berimbas pada perkembangan buah yang bermanfaat menyembuhkan penyakit stroke, darah tinggi, gangguan pencernaan, maag, sembelit dan diabetes melitus ini.

Akibatnya yang biasanya dalam satu tahun dapat memanen 24 kali kini hanya bisa dipanen 6 kali selama 6 bulan saja. Buah ini biasanya dipanen dalam jangka waktu 2,5 bulan. Selanjutnya jangka panen bisa dilakukan dalam satu minggu sekali. “Panenya jadi gak lancar, gak bisa banyak sekarang,” ujarnya kepada BatuTIMES.

Selain berkurangnya masa panen, dengan lahan 3.000 meter untuk satu kali panen hanya dapat menghasil 3 kwintal, dibandingkan jika tanaman subur bisa sampai 1 ton. Harganya untuk saat ini Rp dua ribu per kilogramnya. “Hasil buahnya juga berkurang sekali,” jelas ibu yang dikaruniai dua anak ini.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com