Lagi, Pejabat Pemkot Batu Ditahan Kejari, Diduga Terlibat Kasus Penyediaan Buku Profil Daerah

Susilo Tri Mulyanto (jaket hitam) diduga terlibat kasus anggaran buku.. (Foto: netizen)
Susilo Tri Mulyanto (jaket hitam) diduga terlibat kasus anggaran buku.. (Foto: netizen)

BATUTIMES - Kasus penadaan buku di Kota Batu kembali melahirkan tersangka. Setelah pejabat Pemkot Batu Titok Wisabahadi ditangkap karena diduga terjerat kasus pengadaan buku fiktif berjudul "Pokok-Pokok Pikiran ER Memajukan Kota Wisata Batu" di lingkup Dinas Perpustakaan Kota Batu, Rabu (15/11/2017), kali ini giliran Susilo Tri Mulyanto ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu (16/11/2017) .

Dalam kasus itu, Susilo  menjabat kepala Bidang Perencanaan dan Ekonomi Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Pemkot Batu. Namun, saat ini dia menjabat kabid Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Batu.

Susilo ditangkap Kejari Kota Batu karena diduga terlibat kasus penyediaan buku profil daerah pada anggaran tahun 2016. Sebelumnya di lingkup Dinas Perpustakaan Kota Batu anggarannya Rp 140 juta. Hanya untuk di lingkungan Bappeda Kota Batu, nilai pengadaannya Rp 144 juta.

Ditangkapnya Susilo dibenarkan oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batu Andi Ermawan. “Iya benar. Kami menangkap ST (Susilo Tri Mulyanto) terkait kasus penyediaan buku di tahun 2016 di lingkungan Bappeda Kota Batu saat itu,” kata Andi, Kamis (16/11/2017).

Sebelumnya, Susilo menjalani pemeriksaan beberapa jam di Kejari Batu. Usai diperiksa, dia langsung ditahan dan dikirim ke Rutan Medaeng, Sidoarjo, pukul 15.00. “Iya kalau tidak salah ST langsung dibawa ke rutan kurang lebih pukul 15.00,” ungkap Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah SH.

Selain Susilo, kejari juga memanggil PSS sebagai pihak rekanan. Hanya, PSS tidak datang memenuhi panggilan kejari. “Dalam kasus ini ada dua orang, ST dan PSS. Namun yang datang hanya ST,” imbuh Nur.

PSS rencananya akan dipanggil lagi Selasa mendatang. “Karena hari ini tidak datang, Selasa depan (dipanggil lagi),” ujarnya.

Seperti halnya kasus pengadaan buku fiktif berjudul "Pokok-Pokok Pikiran ER Memajukan Kota Wisata Batu" di lingkup Dinas Perpustakaan Kota Batu, proyek ini menggunakan dana APBD Kota Batu tahun 2016 sehingga seharusnya diterbitkan Desember 2016. Kasus di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu tu menyeret Titok serta  ECU dan MS (rekanan). “Hingga saat ini ada tiga tersangka, yakni TW, MS dan ECU. Tapi yang belum ditangkap MS,” ucap  Nur.

Sama halnya dengan PSS,  MS  tidak memenuhi panggilan Kejari Kota Batu.  Sehingga, Senin mendatang, rencananya MS akan segera dipanggil lagi. “Karena MS Rabu lalu tidak memenuhi panggilan, akan dipanggil lagi Senin,” kata kajari. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com