Urap-Urap Kota Batu Tembus Pasar Papua

Kholil membawa produk urap-urap frozen di tempat produksinya di Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Jumat (24/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kholil membawa produk urap-urap frozen di tempat produksinya di Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Jumat (24/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Urap-urap. Mungkin sudah tidak ada yang asing dengan jenis sayuran itu. Ya, sayuran ini biasanya tidak tahan lama.

Namun, di tangan pengusaha asal Kota Batu bernama Kholil, urap-urap menjadi sayuran tahan lama. Bahkan, Kholil mampu melayani pemesanan urap-urap untuk perusahaan terbesar di Papua.

Bisnis urap-urap yang dijalankan Kholil ini sudah berjalan sejak tahun 2012 silam. Awalnya tidak mudah memulai bisnis ini. Mulanya dia hanyalah jadi seorang sopir pengirim buah-buahan dan sayuran di berbagai daerah seperti Jakarta, Klaten, dan Banyuwangi.

“Awalnya saya hanya sopir kirim-kirim buah apel ke beberapa daerah. Kebetulan atasan saya itu punya saham di salah satu perusaahan besar di Papua,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya  di Jalan Rahayu, Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji.

Setelah atasannya menawarkan untuk mengirim barang seperti buah dan sayur ke Papua, akhirnya Kholil mulai mengirim ke sana. Namun karena terkendala kemasan, sayurg mudah busuk sehingga dia tidak lagi mengirim sayuran tersebut. “Karena sayur itu tiga hari gampang busuk, akhirnya kami tidak lagi mengirim sayur,” ungkapnya.

Kholil lalu menyediakan pengiriman  makanan lauk-pauk. Tetapi saat itu tidak semua lauk-pauk yang dikirim tahan lama. Akhirnya pihak perusahaan meminta  barang yang dikirimkan dalam bentuk frozen. “Untuk menghindari kebusukan, manajemen lewat kateringnya memikirkan bagimana supaya beli bisa sepuluh terpakai semua,” kata pria 58 tahun itu.

Hanya, pria yang dikaruniai dua anak ini tidak hanya memikirkan sebatas frozen. Dia ingin barang frozen tetapi tetap terjaga kualitasnya. “Frozen bukan hanya sekadar frozen, tapi barang tersebut masih terasa seperti tetap tidak berubah rasa,” tambahnya.

Hanya,  alat frozen ini harganya cukup mahal. Hingga Rp 2 miliar. Tidak putus asa, Kholil   mencari informasi terkait alat tersebut. Hingga akhirnya ia menemukan di tempat terdekat di Malang. Namun saat itu belum bisa membeli. Dia  memilih menyewa mesin tersebut.

“Setelah keliling di berbagai daerah, akhirnya nemu di tempat terdekat di Malang. Saat saya sewa, kemudian saya mulai mengembangkan katering ini,” katanya, Jumat (24/11/2017).

Saat itu ia mulai mengembangkan kateringnya dengan berbagai menu mulai sayur tumisan, oblok-oblok capjay, bawang merah kupas, dan sebagainya. Di tengah jalan ternyata bisnis Kholil banyak hambatan. Salah satunya adalah persaingan katering. Kateringnya tergeser  katering lainnya.

“Setelah  lancar ngirimnya, ada saja cobaannya. Salah satunya persaingan katering. Kemudian katering saya mulai tergeser,” ujar alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, ini.

Kholil pun tidak putus asa agar kateringnya bisa masuk lagi di perusahaan besar Papua itu. Dia membuat menu baru berbeda yang  berkhasiat untuk tubuh.

Ya, akhirnya ia terpikirkan untuk membuat urap-urap. Tidak hanya sekadar urap-urap, namun Kholil memilih sayur seperti daun pepaya, daun singkong, tauge, dan bunga pepaya dengan bumbu kelapa. “Saya pilih ini karena ada khasiatnya, kemudian kami presentasi  dan di-acc dari pihak sana,” ungkapnya kepada BatuTIMES.

Setelah di-acc, setidaknya pihak perusahaan besar itu selalu memberikan uang Rp 200 juta hanya untuk memesan urap-urap dan bawang merah kupas. Namun, dengan anggaran yang diberikan itu, Kholil tidak bisa melayani sesuai dengan target. 

“Karena bahannya agak sulit, jadi tidak tentu bisa kirim urap-urap dengan total anggaran segitu. Kalau bahan langka, ya cuma bisa menuhi 40 persen dari anggaran tersebut,”ucapnya.

Urap-urap frozen ini harus berada dalam suhu minus 25 derajat celcius. Dengan suhu segitu, urap-urap bisa bertahan hingga 1 tahun. Kholil mengirim urap-urap ke Papua setiap tiga bulan sekali. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com