Jatim Park 3 Bakal Dongkrak Okupansi Hotel di Kota Batu

Salah satu hotel terbaru di Kota Batu. Dari sana akan terlihat dengan gamblang pemandangan Gunung Panderman dan Arjuna. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu hotel terbaru di Kota Batu. Dari sana akan terlihat dengan gamblang pemandangan Gunung Panderman dan Arjuna. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Hadirnya destinasi baru Jawa Timur Park 3 rupanya akan membawa angin segar bagi bisnis perhotelan di akhir tahun mendatang. Buktinya, hingga Kamis (30/11/2017) ini, sudah banyak hotel yang okupansinya antara 50 persen hingga 100 persen untuk pemesanan akhir tahun.

“Yang jelas hadirnya Jatim Park 3  sudah ditunggi-tunggu banyak orang dan  membantu sekali bisnis perhotelan di Kota Batu. Beberapa tahun terakhir setelah munculnya Museum Angkut, belum ada lagi wisata yang mengangkat industri perhotelam,” ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Bambang Setia Dharma, Kamis (30/11/2017).

Ia menjelaskan hadirnya wisata baru, unik, dan menarik menjadi incaran wisatawan kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Jogjakarta. Dengan demikian, destinasi baru tersebut akan membuat wisatawan lebih lama untuk tinggal di Kota Batu.

Setidaknya wisatawan akan menginap di hotel diperkirakan dua sampai tiga malam di Kota Batu. Terlebih dengan hadirnya hotel-hotel baru dan unik, akan membuat wisatawan melirik industri hotel di Kota Batu.

Tahun ini, di Kota Batu beroperasi sejumlah hotel baru seperti Golden Tulip Holland Resort Batu dan The Onsen Resort. “Kebetulan hotel di Kota Batu yang baru  menyuguhkan sesuatu yang unik untuk ditinggali. Karena faktor itu juga, wisatawan akan melirik perhotelan Kota Batu,” imbuh Bambang.

Menurut Bambang,  hotel yang ingin masuk di Kota Batu harus siap bersaing dengan menyuguhkan hunian yang menarik alias tidak melulu berbentuk kotak. “Karena untuk mendirikan hotel di sini konsep atau model hotelnya harus unik. Kalau nggak begitu, akan kalah bersaing dengan lainnya,” tambah pria yang juga owner Kampung Lumbung Boutique Hotel ini.

Di  Golden Tulip Holland Resort Batu sendiri, dari 250 kamar, okupansinya sudah 56 persen untuk perayaan Natal dan tahun baru. “Kami yakin okupansi nanti sampai 98 persen ya. Apalagi dengan cuaca seperti ini, pasti orang banyak berwisata ke Kota Batu sehingga berimbas pada perhotelannya,” ujar Elfa Yuliani Erlangga, director sales & marketing Golden Tulip Holland Resort.

Sementara itu, yang menginginkan suasana tinggal ala di pedesaan saat perayaan Natal dan tahun baru harus berkecil hati. Sebab, penginapan yang dimiliki oleh Kampung Lumbung Boutique Hotel Batu okupansinya sudah tembus seratus persen hingga hari ini.

Kampung Lumbung Boutique Hotel Batu menyuguhkan 16 kamar hotel dan 14 cottage dengan total 24 kamar. Bahkan terhitung sejak 24 Desember 2017 hingga 3 Januari 2018, okupansi sudah 100 persen.

“Bahkan di tempat ini sejak hari ini 30 November hingga 11 Desember 2017 sudah full booked. Untuk tahun baru dan Natal sudah full booked semua. Mungkin karena ada banyak destinasi wisata di sini, apalagi ada yang baru,” jelas General Manager Kampung Lumbung Boutique Hotel Natalina kepada BatuTIMES.

Dengan demikian, wisatawan yang hendak ke Kota Batu sepertinya harus memutuskan secepatnya untuk menginap. Jika terlalu dekat pemesanannya, siap-siap kecewa karena full booking. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga Lanuma
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com