Ngaku Pecinta Pedas? Coba Kuliner Ceker Satu Ini di Alun- alun Kota Batu

Salah satu menu andalan Kampoeng Setan yakni ceker setan dibandrol Rp 15 ribu per porsei yang bisa ditemukan saat berada di Alun- alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Salah satu menu andalan Kampoeng Setan yakni ceker setan dibandrol Rp 15 ribu per porsei yang bisa ditemukan saat berada di Alun- alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

BATUTIMES - Pecinta kuliner pedas? Rasanya kurang mantap jika tidak mengunjungi dan menyantap kuliner yang populer saat ini. Yakni kuliner Kampoeng Setan yang tepat berada di samping Pos Ketan Alun- alun Kota Batu. 

Kampoeng Setan ini merupakan warung sederhana yang menyuguhkan berbagai macam makanan pedas. Seperti ceker setan, sayap kere, usus sadis, ndas koplak dan nasi salju. Menu camilan yang disuguhkan adalah lumpia rebung dan lumpia Jamur.

Warung yang buka pukul 18.00 ini semua menu makanan jadi favorit. Ya, karena di sini segala menunya cukup diacungi jempol. 

Sebab saat memakan satu gigitan ceker, sayap, usus, ndas koplak langsung terasa pedas cabe rawitnya. Namun rasa empuk bisa dirasakan setiap organ ayam tersebut sesuai slogan warung ini ‘Pedas Hanyalah Sensasi, Rasa Itu Obsesi’.

Adinda, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan petama kali menjajal kuliner ini langsung memilih ceker setan. Karena ceker itu dirasa sedang populer saat ini sehingga ia menjajal ceker tersebut.

“Waktu pertama coba bumbunya itu pas di lidah. Pedasnya itu mantap, sesuai dengan selera saya yang suka dengan makanan pedas. Dan ini pasti juga disuka oleh pecinta kuliner pedas lainnya sangat recommended,” ungkap Adinda, Jumat (1/12/2017).

Seperti menu makanan ceker setan ini dibandrol dengan harga Rp 15 ribu per porsi. Untuk satu porsi itu terdapat tujuh hingga delapan ceker. Laku untuk harga sayap kere Rp 15 ribu per porsinya. Kemudian usus sadis harganya Rp 15 ribu, dan ndas koplak per porsinya Rp 10 ribu.

Pedagang Kampoeng Setan Sulastri mengatakan kuliner ini sudah dibuka sejak tujuh tahun silam. Rata-rata pelangganya itu merupakan remaja, dan mahasiswa. 

“Rata-rata setiap malam yang datang ke sini itu mahasiswa sampai dewasa. Terkadang banyak juga pengunjung luar kota,” jelasnya.

Ia menyuguhkan menu ini karena banyak terutama mahasiswa hingga dewasa yang suka dengan kuliner pedas. Hanya saja, tidak banyak pedagang yang konsisten untuk membuat menu pedas sesuai yang diinginkan oleh pembeli.

“Kalau di sini kalau pedas ya pedas. Karena itu yang dicari orang. Karena memang trennya seperti itu dan konsisten pada resep kami,” ungkap warga Jalan Wilis, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu ini.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com