Keripik Pare Batu Ini Diminati Pembeli Seantero Indonesia

Produk keripik pare buatan Muhammad Cahyo menjadi favorit dari beberapa daerah. (Foto: Istimewa)
Produk keripik pare buatan Muhammad Cahyo menjadi favorit dari beberapa daerah. (Foto: Istimewa)

BATUTIMES - Salah satu sayuran yang terkanl dengan pahitnya yakni pare tak hanya dikonsumsi sebagai sayur. Kini pare sudah nenjadi salah satu camilan khas Kota Batu, produk ini diolah menjadi keripik pare.

Untuk saat ini tidak banyak orang yang memproduksi pare yang diolah menjadi camilan. Sebab, memang tidak mudah mengubah rasa pahit menjadi camilan keripik yang gurih. Namun banyak juga orang yang penasaran dengan keripik pare.

Pedagang dari luar Kota Batu banyak yang melirik salah satu camilan ini. Antara lain Pekanbaru, Bandung, Bekasi, Banten, Ciamis, Suarabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Batam, Banjarmasin, Jakarta, Mataram,  hingga Bengkulu.

Muhammad Cahyo, pengusaha kripik pare, Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu mengatakan membuat kripik pare baru berjalan selama dua tahun, namun sudah banyak peminat dari luar kota. Karena belum banyak yang berinovasi menjadikan kripik.

“Ingin membuat sesuatu yang belum ada di Kota Batu, lalu terfikirkan membuat kripik pare. Walaupun baru berjalan enam bulan, banyak pedagang yang ingin menjual kembali kripik pare di kota masing2," ungkap Muhammad Cahyo, Minggu (3/12/2017).

Menurut Cahyo walaupun pare terkenal rasa pahit, kripik ini tetap tidak menghilangkan rasa pahit karena hal tersebut adalah salah satu ciri khas dari pare. Tetapi rasanya pun tidak terlalu pahit agar konsumen yang tidak menyukai pare juga bisa menikmati camilan ini.

“Namanya juga pare, pare juga terkenal dengan pahitnya. Tapi meskipun kita tidak menghilangkan rasa pahitnya, namun kita hanya mengurangi supaya rasanya tidak pahak namun tetap enak dilidah,” kata Cahyo kepada BatuTIMES. Dalam satu kali pembuatan, lanjutnya dapat membuat hingga 20 kilogram keripik pare.

"Pernah menghilangkan rasa pahit dipare tetapi banyak yang protes karena pare ciri khasnya dipahit itu," imbuh bapak yang memiliki dua anak ini.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Angga Lanuma
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com