Kangmas-Nimas Batu Bakal Punya Baju Khas, Ini Desain Awalnya

Kangmas-Nimas Kota Batu mengenakan pakaian Malangan saat di Batu Suki Resort & Hotel, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Senin (4/12/2017). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Kangmas-Nimas Kota Batu mengenakan pakaian Malangan saat di Batu Suki Resort & Hotel, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Senin (4/12/2017). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

Tak afdol rasanya bila sebagai putra-putri daerah belum memiliki baju khas. Hal inilah yang menginspirasi Kangmas-Nimas Kota Batu untuk membuat baju khas, bersama para budayawan dan desainer.

Senin (4/12/2017) mereka berbincang dengan tema busana khas sebagai identitas jati diri yang mencerminkan kearifan lokal. Untuk saat ini memang Kangmas-Nimas Kota Batu belum memiliki busana khas yang dipatenkan, karena itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan secepatnya bisa memiliki busana khas.

Saat ini pakaian tradisional yang dikenakan yakni grising motopitik atau batik klasik dan akan dikoreksi oleh para budayawan dan desainer.

Desainer Kota Batu Adi Sandiqs mengatakan sebelumnya tahun 2012 secara tidak sengaja saat gelaran Kangmas-Nimas Kota Batu tidak sengaja mengenakan kain batik yang sudah menjadi hak paten di daerah Jawa Timur. Munculnya keresahan itu yang membuatnya tergerak untuk membuat baju khas untuk Kangmas-Nimas Kota Batu.

“Ya bermula karena kain batik yang kita pakai waktu itu ternyata milik daerah orang lain, sehingga kami tergerak agar memiliki khas tersendiri,” ungkap Adi kepada BatuTIMES.

Menurut Adi, sepanjang sejarah Kangmas-Nimas Kota Batu busana yang dikenakan belum memiliki ciri khas. Dengan ciri khas ini diharapkan akan banyak daerah yang mengetahui khas daerah Kota Batu.

“Supaya nanti kalau Kangmas-Nimas ini menjalankan tugasnya sudah pakai busana khasnya. Supaya orang lihat ohhh Kota Batu seperti ini,” tambah warga Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji ini.

"Kami harap nantinya busana khas Kangmas-Nimas Kota Batu bisa segera terselesaikan dan disetujui, agar segera terpatenkan.Semoga baju ini bisa segera ter SK-kan,” harapanya.

Sementara itu, budayawan Didik Mintardji menjelaskan nantinya baju khas Kangmas-Nimas ini agar dibuat dengan memiliki filosofinya sesuai dengan kehidupan masyarakat di Kota Batu. Contohnya menggambarkan tentang pegunungan, masyarakatnya dan sebagainya.

“Nantinya kalau bisa dibuat sesuai dengan filosofinya. Karena di Batu dikelilingi gunung ya dibuat ada gunungnya, diselipkan tentang masyarakatnya,” ujar Didik.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga Lanuma
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->