Tambah 30 Kursi, Beberapa Partai Politik Tak Setuju Jika Dibagi 4 Dapil, Kenapa?

Ilustrasi.(Foto : google images)
Ilustrasi.(Foto : google images)

BATUTIMES - Dengan bertambahnya 220.165 penduduk hingga tahun 2017, kursi Jumlah anggota DPRD Kota Batu bakal bertambah banyak. Itu karena ada tambahan kuota kursi DPRD pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 mendatang menjadi 30 kursi. Dengan demikian Daerah Pemilihan (Dapil) di Kota Batu menjadi empat.

Dengan 30 kursi ini yakni ada ketentuan kursi untuk masing-masing dapil yakni 7-7-9-7. Rinciannya untuk Kecamatan Bumiaji ada 9 kursi, Kecamatan Junrejo ada 7 kursi. Kemudian untuk Kecamatan Batu yang dibagi menjadi dua Dapil masing-masing terdapat 7 kursi.

Ketua KPU Batu, Rochani mengatakan berubahnya tiga dapil menjadi empat dapil tersebut sesuai Undang-Undang nomor 7 tahun 2017. Lalu juga sesuai dengan jumlah penduduk Kota Batu yang mencapai 220.165 jiwa.

“Jumlah dapil itu sesuai dengan ketentuan UU 2017, yakni setiap dapil minimal 3 kursi dan maksimal 12 kursi. Dalam hal ini Kecamatan Batu memiliki porsi 14 kursi, maka harus dibagi menjadi dua,” kata Rochani saat kegiatan Rapat Konsultasi dalam rangka persiapan penataan daerah pemilihan DPRD Kota Batu dalam Pemilu Tahun 2019 serat penyusunan daftar inventarisasi masalah.

Ia menjelaskan jika pileg sebelumnya hanya terdapat tiga dapil sebab saat itu terdapat 25 kursi DRPD Kota Batu dengan Tiga dapil. Untuk saat ini dibaginya menjadi empat dapil itu dipecah pada Kecamatan Batu dibagi menjadi dua dapil.

Menurutnya, dalam pemecahan empat dapil ini ada beberapa partai politik (parpol) yang tidak setuju. Namun pembagian menjadi total 4 dapil untuk Kota Batu ini sudah sesuai dan memenuhi prinsip sesuai UU 7 2017 tentang Penataan Dapil.

“Parpol yang tidak setuju itu kebanyakan memang sudah bersusah payah menanam investasi di daerah yang dipecah. Partai yang tidak setuju ini mereka hanya keberatan dengan pembagian wilayah itu karena ada yang sudah menanam investasi. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah ketentuan dari peraturan," imbuhnya, Selasa (5/12/2017).

Usai melaksanakan rapat tersebut, akan digelar simulasi model tanggal 17 Desember mendatang. Dalam rapat pertama ini, pihaknya juga mengundang beberapa partai, meskipun partai tersebut tidak mendaftar saat Pilgub 2018 maupun Pileg 2019, hal ini dilakukan agar parpol tersebut mampu belajar saat pemilihan selanjutnya.

Adapun yang hadir juga seluruh camat se Kota Batu, dan unsur masyarakat. Hal itu tentu agar mereka tahu jika ada penambahan dapil.

Rochani menjelaskan beberapa pilihan pemecahan dapil di Kecamatan Batu. Misalnya untuk opsi Batu 1 meliputi Kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, Desa Oro-Oro Ombo. Untuk Batu 2 ada Kelurahan Songgokerto, Desa Pesanggrahan, Desa Sidomulyo, Desa Sumberjo, dan Kelurahan Ngaglik.

“Atau bisa juga dengan opsi kedua, dengan rincian Batu 1 terdiri dari Kelurahan Ngaglik, Kelurahan Sisir, dan Kelurahan Temas. Untuk Batu 2 ada Keluraham Songgokerto, Desa Pesanggrahan, Desa Sidomulyo, Desa Sumberjo, dan Desa Oro-Oro Ombo,” tambahnya saat di kantor KPU Kota Batu, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga Lanuma
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com