Mobil Tangki Air Tapi Tulisannya koq ‘Pilah Sampah dari Rumah’?

Mobil tangki yang terparkir di halaman parkir Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Mobil tangki yang terparkir di halaman parkir Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES – Berjalannya program seribu taman yang dilakuakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bersama warganya, rupanya juga diimbangi dengan sarananya. Baru-baru ini DLH Kota Batu mendatangkan mobil tangki yang saat ini terparkir di halaman parkir Balai Kota Among Tani.

DLH Kota Batu menambah tiga mobil tangki dengan nilai keseluruhan Rp 500 juta. Tiga mobil tangki ini muatannya berbeda-beda, dengan kapasitas mulai dari 5 liter 1 unit dan dua unit seribu liter.

Jika sebelumnya DLH Kota Batu hanya memiliki empat mobil tangki dengan rincian berat air yang ditampung lima ribu liter, dengan demikian saat ini memiliki 7 unit mobil tangki air.

Kepala DLH Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan mobil tangki ini berfungsi untuk melaksanakan tugas rutin penyiraman tanaman di jalan-jalan protokol seluruh Kota Batu. Lalu dalam pengelolaan lingkungan tidak cukup dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan menambah taman tapi juga dibarengi sarana pemeliharaan dan penyiraman.

Juga difungsikan mendukung kebutuhan air saat bencana hingga kebutuhan lainnya.

“Tanaman bagus dan penyiraman harus balance. Intinya mobil ini tidak berfungsi untuk penyiraman tanaman saja, tapi juga bisa difungsikan untuk kebutuhan lain misalnya penyedia saat ada kebakaran, bencana alam juga bisa,” ungkap Arief, Selasa (5/12/2017).

Hanya saja meski mobil ini berfungsi untuk menyiram taman, namun terdapat branding ‘Pilah Sampah Dari Rumah’ hal tersebut dilakukan juga untuk mendukung program pemilahan sampah yang sudah mulai diterapkan oleh masyarakat.

“Memang sengaja kita buat brandingnya seperti itu. Ya, untuk mendukung program pemilahan sampah,” imbuhnya saat ditemui di Gedung Pancasila, Balai Kota Among Tani.

Menurutnya pemilahan sampah kuncinya adalah megelola kedisplinan. Sistem ini merupakan sitem modern untuk memilah sampah untuk mempermudah saat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kemudian saat sampah sudah dipilah yang tidak dapat diurai bisa didaur ulang,” tutupnya kepada BatuTIMES.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga Lanuma
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com