Tersangka Kasus Buku Fiktif Masuk Daftar Buron Kejari Batu

Kasi Pidsus Kejari Kota Batu Andri Ermawan (kanan) menunjukkan profil daftar pencarian orang, yakni tersangka Panca Sambodo Suwardi, rekanan dalam kasus pengadaan buku fiktif Bappeda Kota Batu, Kamis (7/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kasi Pidsus Kejari Kota Batu Andri Ermawan (kanan) menunjukkan profil daftar pencarian orang, yakni tersangka Panca Sambodo Suwardi, rekanan dalam kasus pengadaan buku fiktif Bappeda Kota Batu, Kamis (7/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Tersangka Panca Sambodo Suwardi (PSS) akhirnya menjadi buron Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu. Namanya masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak Kamis 7 Desember 2012 setelah tiga kali mangkir dari panggilan kejari.

PSS merupakan tersangka dalam kasus pengadaan buku fiktif tahun 2016 di lingkungan Bappeda Kota Batu dengan nilai pengadaan Rp 144 juta. PSS merupakan pihak rekanan dari CV Kayu Apung.

Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 November lalu. Namun,sampai pemanggilan ketiga pada Rabu (6/12/2017), PSS tidak memenuhinya.

"Selama tiga kali dipanggil secara sah tanpa ada keterangan sama sekali. Akhirnya kami hari ini menetapkan DPO kepada yang bersangkutan," tandas  Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batu Andi Ermawan.

Ia menjelaskan, setelah PSS tidak memenuhi panggilan, pihak Kejari Kota Batu sudah mendatangi kediaman PSS di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukum, Kota Malang. Namun yang pihak bersangkutan tidak diketahui keberadaannya.

"Sudah berturut-turut ke sana, menemui istrinya, keluarganya, yang bersangkutan ternyata tidak ada di rumah. Tanpa ada keterangan," imbuhnya saat ditemui kantor Kejari Kota Batu Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu.

Sebelumnya,PSS sudah memenuhi panggilan dua kali saat statusnya menjadi saksi di Kejari Kota Batu. Namun setelah ditetapkan menjadi tersangka, dia pernah tidak memenuhi panggilan.

Padahal, peran PSS sangat penting untuk membuka kasus penyediaan buku profil daerah fiktif pada anggaran tahun 2016. "PSS bisa membuka pelaku di belakang layar kasus ini," ucap Andi.

Untuk saat ini, DPO sudah disampaikan kepada Polres Batu, pengawal penangkapan,  wilayah Kota Malang, Kota Batu, kecamatan, Imigrasi dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah mengatakan dalam kusus pengadaan buku fiktif ini, ada dua tersangka. Selain PSS dari pihak rekanan, tersangka lain adalah Susilo Tri Mulyanto (ST). Dalam kasus itu, Susilo  menjabat kepala bidang perencanaan dan ekonomi Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Pemkot Batu. Namun, saat ini dia menjabat kabid komunikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Batu. "Yang sudah ditangkap ST. Saat ini dia berada di Rutan Medaeng, Sidoarjo," ujar Nur.

Proyek pengadaan buku fiktif ini menggunakan dana APBD Kota Batu tahun 2016 yang  seharusnya diterbitkan pada Desember 2016. "Seharusnya pada akhir tahun 2016, bukunya sudah diterbitkan. Tapi tidak ada bukunya," ucap Nur. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com