Menderita Tiga Jenis Penyakit Sekaligus, Bayi 16 Bulan di Kota Batu Lima Kali Jalani Operasi

Nur Azzizah Roddyah saat memangku anak punya Rahma di ruang tamu rumahnya, Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kamis (7/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Nur Azzizah Roddyah saat memangku anak punya Rahma di ruang tamu rumahnya, Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kamis (7/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Aisyah Nur Rahma, usianya masih beranjak 16 bulan. Namun ia harus merasakan kesakitan yang luar biasa karena sejumlah penyakit yang dideritanya sejak usia empat bulan.

Saat ini, anak sulung dari tiga bersaudara mengidap penyakit Kista, Hidrosefalus, dan  Pneunomia yang saat ini tinggal di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. Sedangkan kista adalah tumor jinak dan Pneunomia yakni radang paru-paru.

Rahma merupakan anak dari pasangan Siswari (30) dan Nur Azzizah Roddyah (26), Siswari bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu.

Saat BatuTIMES mengunjungi kediamannya Kamis (7/12/2017), mereka tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana terbuat dari anyaman bambu dengan kondisi satu kamar tidur yang kurang layak atau kurang sehat. Hingga saat ini Rahma menjalani operasi hingga kelima kalinya. 

Antara lain operasi pertama 5 desember 2016, ke-dua pada 12 desember 2016,  ketiga pada 22 februari 2017, ke empat pada 28 agustus 2017, dan terakhir  pada bulan september 2017.

Selama lima kali operasi itu, mulai dari pemasangan selang Vivisan  kepala untuk mengalirkan cairan yang menumpuk berlebihan di otak dan sebagainya.

Selama 1 tahun perjuangan Rahma menjalani pengobatan dan saat ini kondisinya sudah tidak ada biaya. Bahkan barang-barang yang ada di rumah pun sudah habis terjual temasuk sepeda motor satu-satunya yang dipergunakan sebagai sarana transportasi juga sudah terjual.

"Sepeda motor kami yang terakhir beberapa hari yang lalu alhamdulilah sudah terjual. Jadi kalau ke rumah sakit kami cari pinjaman dulu ke tetangga," ungkap Azzizah sambil meneteskan air mata.

Ia menceritakan awal mula Rahma menderita tiga penyakit tersebut. Mualnya Rahma lahir dengan kondisi normal. Diusia kelahiran hari ke sembilan tiba-tiba tali pusarnya keluar nanah, kemudian Azzizah membawa Rahma ke rumah sakit.

"Ternayta ada infeksi, lalu usia satu bulan kulitnya jadi kuning. Setelah itu kondisinya bagus-bagus saja," katanya.

Setelah itu usianya tiga bulan kepala mulai membesar dan mengalami kejang-kejang. Setelah mendapat penanganan Rahma didiagnosa dokter terkena Hidrosepalus.

Setelah diperiksa lebih lanjut juga didiagnosa menderita Pneunomia dan adanya kista di otak bagian kanannya.

"Awal lahir normal, berat badan, ukuran kepala. Setelah kita melakukan pemeriksaan  per poli, karena juga sempat penurunan kesadaran," imbuhnya. 

Azzizah menambahkan ukuran kepala Rahma diketahui membesar sejak usia 3 bulan, yakni 49 centimeter. Lalu setelah melakukan operasi mengecil menjadi 48,5 centimeter, dan saat ini sudah mencapai 47 centimeter.

Tak hanya ukuran kepala, berat badannya juga menurun, dari 8,7 kilogram dan tiga bulan terakhir ke 7,7 kilogram. "Dokter masih belum tahu penyebab turunnya badan dari anaknya ini. Padahal pola gizinya tercukupi," jelasnya. 

Untuk saat ini Rahma juga harus rutin satu minggu sekali mengikuti fisioterapi untuk tumbuh kembangnya. Mulai dari menegakkan leher, tengkurap hingga menggerakkan kaki dan tangannya.

"Menegakkan kepala ini baru saja di usianya 1 tahun. Karena fisioterapi, tapi sekarang sudah empat kali absen kali kendala transportasi dan uang," tambah Azizzah.

Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono mengatakan tidak ingin warganya yang kurang mampu kesusahan pertama kali membuat rekening khusus. Untuk pertama kali rekening ini diperuntukkan bagi warganya yang kurang mampu.

Hasil dari bantuan ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Ini dimasukkan ke dalam program Desa Siaga Tulungrejo.

"Contohnya dek Rahma ini. Meskipun dari tetangga memberikan bantuan, tetapi untuk mengetuk pintu hati orang di luar sana, kami menggalang dana," kata dia yang juga mengunjungi dan melihat kondisi Rahma.

Rencananya Rahma akan menjalani  operasi berikutnya di RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk pengangkatan kista di kepala bagian kanan.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com