Pelajar SD Diajak Bikin Patung dan Membatik

Siswi SDN Beji 01 Batu sedang membuat batik di kelas, Selasa (12/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Siswi SDN Beji 01 Batu sedang membuat batik di kelas, Selasa (12/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - SDN Beji 01 di Kota Batu punya cara tersendiri untuk membuat siswa terampil usai  menghadapi ujian sekolah. Saat para pelajar bebas dari jam belajar, SDN Beji 01 mengajak siswa mendalami seni budaya dan keterampilan (SBK). Ya selama tiga hari mulai Selasa (12/12/2017) hingga Kamis (14/12/2017), siswa belajar membatik, melukis, dan membuat patung.

Untuk hari pertama ini, khusus siswi kelas III, IV dan V diberi pelatihan membatik. Mulanya mereka diminta untuk membuat gambar (sketsa) sesuai dengan keinginannya kurang lebih selama 15 menit. Kemudian  dilanjutkan dengan mencanting hasil sketsa mereka.

Para siswa membatik di atas kain primis berukuran lebar dan panjang 30 centimeter. Usai mencanting, mereka langsung melakukan pewarnaan di atas kain. Proses membatik itu dilakukan selama tiga jam.

Siswi kelas IV Keylla Quinta Belqia mengaku senang dengan adanya kegiatan membatik. Mulanya ia hanya sekadar hobi menggambar. Usai dikenalkan dengan SBK ini, dia semakin tertarik  mengenal budaya lokal.

Karya batik siswi SDN Beji 01 dijemur di depan kelas, Selasa (12/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

"Senang bisa belajar membatik. Mulai dari buat sketsa, mencanting sampai mewarna diajarkan di sini. Jadi tahu dan bisa ternyata proses buat batik seru," ungkap Keylla di sela-sela membatik.

Setelah proses membatik selesai, batik  dijemu di depan kelas. Nantinya karya mereka dipajang di area galeri sekolah.

Kemudian, dua hari mendatang, giliran melukis dilakukan kelas I dan II. Lalu, pembuatan patung dikerjakan siswa kelas III, IV dan V.

Kepala SDN Beji 01 Batu Mariatul Kiftiyah mengatakan, SBK ini salah satu upaya untuk menanamkan pendidikan karakter kepada pelajar. "Jadi, ini setelah ujian sekolah. Waktu kosong ini kami buat anak-anak mengikuti kegiatan ini karena bakat mereka itu harus dikembangkan," kata Kif, sapaan Mariatul Kiftiyah, kepada BatuTIMES.

Selain upaya untuk mengembangkan bakat pelajar, lanjut Kif, SBK itu sebagai pengenalan budaya agar tidak ditinggalkan. Karena itu, rencananya SBK membatik ini juga akan dijadikan ekstrakurikuler setiap minggunya. "Setelah kegiatan ini kami ada rencananya dijadikan ekstrakurikuler," imbuhnya. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga Lanuma
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->