Pelajar MI Bisa Selamat dari Bencana dengan Alat Sederhana

Para pelajar MI Darul Ulum mengikuti pelatihan kebencanaan di Blumbangan Macar, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Minggu (17/12/2014). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Para pelajar MI Darul Ulum mengikuti pelatihan kebencanaan di Blumbangan Macar, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Minggu (17/12/2014). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES – Mengantisipasi bencana, 50 pelajar MI Darul Ulum Kota Batu mengikuti pelatihan kebencanaan di Blumbangan Macar, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Minggu (17/12/2014). Mereka diajarkan mengikuti simulasi ini dengan menggunakan alat-alat yang sederhana di sekitar mereka.

Mulanya satu siswa MI Darul Ulum terlihat panik seolah-olah tenggelam di tengah sumber air Blumbangan Macar. Kemudian dengan cepat ada 5 orang menghampiri  siswa yang tenggelam itu menggunakan pelampung untuk menolong. Alat pelampung yang digunakan  memanfaatkan alat yang ada di sekitarnya, seperti galon air mineral kosong, tali, dan kayu.

Sebelum melakukan simulasi itu, terlebih dahulu para siswa  diajarkan untuk membuat alat penyelamatan dengan memanfaatkan alat di sekitarnya. Tak hanya itu. Mereka juga diajarkan bagaimana mengenal save rescue menggunakan alat pelampung dan ban karet.

Siswi MI Darul Ulum Batu Qonita Basimatul Azminah mengungkapkan, kegiatan tersebut berkesan karena menjadi kegiatan pertama yang dia ikuti. Ia sempat merasakan kesulitan saat merakit alat pelampung. "Senang bisa mengikuti kegiatan ini karena bisa mengenali cara menyelamatkan orang dengan menggunakan alat sederhana di sekitar kita. Senang, tapi juga sempat takut," ujar dia.

Menurut Qonita, penting bisa membuat alat pelampung dari bahan di sekitar. Meskipn bisa berenang,  alat di sekitar juga bisa menjadi alat bantu saat menolong orang. "Kita itu nggak tahu kalau alat sederhana bisa dipakai menjadi berguna. Ini benar-benar pengetahuan baru bagi saya," katanya.


Kepala MI Darul Ulum Ulum Azmi mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan ilmu kepada siswa tentang bagaimana menyelamatkan diri dari bencana, minimal diri sendiri. Menurut dia, pembelajaran mengatasi bencana mulai usia dini wajib dilakukan. Apalagi, kebanyakan kejadian anak tenggelam selain karena tidak bisa berenang, tetapi orang di sekitar juga merasa bingung dan tergopoh-gopoh bagaimana cara menyelamatkan.

"Simulasi seperti ini memang seharusnya dilakukan sejak usia din. Selain untuk mengenalkan agar mulai paham caranya bagaimana menolong orang yang sedang membtuhkan pertolongan,” ungkap Azmi.

Fasilitas Blumbang Macar ini menjadi suatu kelebihan yang bisa dimanfaatkan dengan maksimal. “Sekolah kami dekat dengan Blumbang Macar yang kedalamannya hingga dua meter. Karena itu, kami manfaatkan  dengan maksimal melalui kegiatan ini,” ungkap pria yang dikaruniai tiga anak ini.

Azmi pun berharap dengan adanya kegiatan ini, nantinya pelajarnya bisa menerapkan pertolongan saat temannya atau orang lain mengalami hal serupa. “Ya semoga dengan adanya kegiatan ini, para pelajar ini bisa lebih tanggap dan menolong orang,” ucap dia. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga Lanuma
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->