Kontes Bonsai Pertama di Kota Batu Ini Memukau Para Juri

Ratusan bonsai dipamerkan dalam kontes bonsai di area Batu Panorama, Sabtu (23/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Ratusan bonsai dipamerkan dalam kontes bonsai di area Batu Panorama, Sabtu (23/12/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Sejumlah 45 cabang Persatuan Penggemar Bonsai Seluruh Indonesia (PBSI) ambil bagian dalam Pameran Bonsai di Kota Batu. Di pameran tersebut bonsai seharga ratusan juta diperlombakan.

Even pertama kali yang digelar Pemkot Batu bersama PBSI Kota Batu ini digelar pertama kalinya di area Balai Kota Among Tani. Pameran nasional itu diikuti dari berbagai daerah seperti PBSI cabang Bandung, Tangerang, Medan, Madura, Bondowoso, Bali, dan sebagainya.

Yang mengikuti kontes lomba itu terbagi dalam tiga kategori yakni madya untuk kelas tertinggi diikuti 52 orang. Lalu regional kelas menengah ada 250 orang dan kelas prospek kategori rendah yang akan jadi bonsai ada 93 orang.

Saat mengunjungi pameran kontes itu pengunjung akan melihat di masing-masing bonsai tersebut terdapat tanda berwarna merah, kuning dan hijau. Tanda itu yang menunjukkan hasil penilaian juri, warna merah nilainya baik sekali, hijau dan kuning baik.

Namun ada juga dalam satu pohon bonsai itu terdapat dua tanda merah dan kuning menunjukkan jika pohon tersebut masuk dalam sepuluh besar kategori. Penilaian tersebut dilakukan oleh 3 juri, dua juri madya dan 1 dewan juri utama.

Ada 4 kriteria penampilan, mulai gerak dasar, keserasian dan kematangan. Seperti penampilan dilihat dari besar, kecil, ramping batangnya. Kematangan tekstur, kelengkapan percabangan ranting. 

 

“Bonsainya sudah bagus-bagus. Bahkan koleksi yang dari Kota Batu banyak yang terbaik masuk di 10 besar juga. Pamerannya di Batu ini sudah luar biasa peserta banyak yang bagus,” kata Juri Utama Saiful Hadi, Sabtu (23/12/2017).

Hasil dari prestasi tersebut juga sangat berpengaruh dengan harga jualannya. Bahkan yang diikutkan kontes itu jika dijual mulai Rp 50 juta dan Rp 150 Juta. “Harga bonsai di sana luar biasa mahalnya. Selain itu kalau yang berhasil bisa naik kelas,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Sementara itu, Ketua PPBI Cabang Kota Batu Muji Kasiono mengatakan, meskipun digelar perdana, kontes bonsai terbilang sukses. Sebab, antusiasme peserta dari luar daerah cukup tinggi. 

Kemudian tidak hanya sekadar adu paling indah, gelaran perdana ini diharapkan mampu memacu kuantitas dan kualitas ekspor petani bonsai di Kota Batu.

“Tujuan utama kami untuk menyemangati petani bonsai Kota Batu tercapai,” jelas pria yang akrab disapa Ghutot ini

Kenapa petani bonsai perlu didukung semangatnya? Sebab, bonsai karya petani Kota Batu mulai dilirik mancanegara. Dalam setahun, pasar luar negeri meminta minimal 3 kali kirim bonsai. Sekali kirim atau ekspor, dibutuhkan minimal 1.000 bonsai.

“Kuota ekspor itu harus dipenuhi. Pasarnya seperti Belanda dan Jerman,” ujarnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->